Membangun Keluarga Sakinah (2)
https://parstoday.ir/id/radio/world-i25303-membangun_keluarga_sakinah_(2)
Dunia modern telah berubah menjadi "desa global" dan masyarakat dunia di era komunikasi sudah seperti anggota dari sebuah keluarga. Oleh karena itu, masa sekarang disebut dengan era globalisasi dan ledakan informasi.
(last modified 2026-05-05T17:11:04+00:00 )
Nov 09, 2016 09:17 Asia/Jakarta

Dunia modern telah berubah menjadi "desa global" dan masyarakat dunia di era komunikasi sudah seperti anggota dari sebuah keluarga. Oleh karena itu, masa sekarang disebut dengan era globalisasi dan ledakan informasi.

Namun, sampai sekarang masih terdapat konsep dan institusi-institusi tradisional yang tentu dibutuhkan oleh manusia. Keluarga adalah salah satu dari mereka. Tetapi, landasan ikatan kekeluargaan, kasih sayang, ketenangan, dan kedekatan jiwa tampak semakin luntur di tengah kemajuan teknologi.

iset menunjukkan bahwa institusi keluarga tetap mampu mempertahankan peran fundamental dan strategis dalam masalah ekonomi, budaya, politik, dan dimensi-dimensi lain masyarakat, di tengah transformasi besar dalam struktur dan fungsi keluarga dalam beberapa tahun terakhir. Para pakar percaya bahwa meskipun adanya perubahan itu, keluarga masih tetap menjadi pembentuk bagian penting dari berbagai struktur masyarakat.

Peran keluarga dalam masalah ekonomi masyarakat sangat penting, yang mencakup urusan produksi sampai konsumsi. Peran penting ini dapat dimainkan dalam hal-hal seperti, memperbaiki pola konsumsi keluarga, mengelola tingkat pendapatan, mendidik tenaga potensial untuk pasar kerja, dan mencegah pemborosan. Untuk itu, salah satu hal yang menjadi perhatian Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam Kebijakan Umum Keluarga Islam Iran adalah masalah ekonomi keluarga.

Salah satu butir kebijakan itu menekankan masalah perbaikan kondisi mata pencaharian dan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan mereka demi mengurangi kecemasan masa depannya mengenai pekerjaan, pernikahan, dan perumahan. Pada butir lain disebutkan bahwa keluarga harus dipekuat dan didorong untuk berpartisipasi bagi terwujudnya tujuan dan rencana negara di semua bidang budaya, ekonomi, politik, dan pertahanan.

Kajian tentang gaya hidup dan adab Islami dalam aspek individual dan sosial merupakan salah satu dari pembahasan yang sangat penting di tengah keluarga, karena ia merupakan unsur utama pembentuk identitas masyarakat, keyakinan, nilai-nilai, dan juga gaya hidup. Setiap masyarakat dapat memamerkan hasil dari pandangan dunianya kepada pihak lain ketika gaya hidupnya sejalan dengan keyakinan dan nilai-nilai yang dianut.

Di dunia modern, mengesampingkan gaya hidup Islami mendorong masyarakat Muslim untuk mengikuti tren-tren kehidupan Barat. Ketika Barat telah membatasi agama sebagai bagian dari kehidupan individu dan ruang privasi, maka Islam perlu memperkenalkan program-program komprehensifnya, yang umumnya memiliki dimensi sosial.

Islam – sebagai sebuah agama yang sempurna dan komprehensif – memiliki program dan aturan untuk semua aspek kehidupan manusia mulai dari keluarga, ekonomi, sosial kemasyarakatan, politik, dan bahkan di bidang kesehatan, pariwisata, serta tata cara manusia berinteraksi dengan dirinya dan lingkungan sekitar. Aturan ini secara umum mengatur perilaku seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Aturan tersebut disusun atas landasan keyakinan yang kuat, di mana menempatkan tauhid dan kekuasaan Tuhan atas dunia ini sebagai poros alam penciptaan. Oleh karena itu, Kebijakan Umum Keluarga Islam Iran ingin menyajikan dan membuat model keluarga Islami serta memperkuat dan mempromosikan gaya hidup Islam-Iran.

Keluarga di Iran – dari sudut pandang Islam, peradaban, dan sejarah – adalah sebuah institusi sosial dan budaya yang paling penting dan selalu mendapat perhatian di berbagai episode sejarah. Sepanjang 100 tahun lalu, meskipun musuh melakukan upaya maksimal untuk merusak institusi keluarga di Iran, namun mereka sejauh ini gagal untuk menghancurkan sistem keluarga di negara ini.

Hari ini salah satu tujuan utama melawan Iran di sektor perang lunak adalah menghancurkan tatanan keluarga. Dengan kata lain, salah satu skenario yang dipersiapkan untuk Iran adalah meracuni iklim sehat kehidupan keluarga. Musuh melakukan investasi di bidang itu dengan dalih masalah sosial dan ekonomi, yang sedang dihadapi Iran. Oleh sebab itu, Ayatullah Khamenei meminta pemerintah melakukan konfrontasi efektif terhadap perang lunak musuh, yang bertujuan meruntuhkan dan menyimpangkan hubungan keluarga, serta menghapus hambatan dan tantangan untuk memperkuat keluarga.

Akibat lemahnya institusi keluarga dan ketidakharmonisan, manusia modern Barat terjebak dalam depresi dan banyak masalah. Peradaban materialis telah merusak unsur kesatuan dan hubungan keluarga dan sebagai dampaknya, masyarakat Barat mengalami banyak kegagalan dalam membina rumah tangga. Sayangnya, individu lajang sekarang berjuang sendirian untuk mengatasi masalahnya dan bangkit dari keterpurukan.

Padahal, seluruh anggota keluarga dan saudaranya sebelum ini bekerjasama untuk memecahkan problema dia. Tumbuhnya budaya individualisme dan runtuhnya pondasi keluarga terutama di Barat, semua anggotanya kini menjaga jarak dalam banyak masalah dan merasa terasing dan bahkan di tengah orang-orang terdekat mereka sendiri. Runtuhnya pondasi keluarga di negara-negara Barat dan sebagian negara Timur telah membawa banyak masalah bagi masyarakat.

Kebanyakan remaja hidup di tengah keluarga tunggal atau tanpa pengasuh. Remaja yang sedang tumbuh tidak menemukan siapa pun untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Juga tidak ditemukan orang yang akan membantu para lansia untuk meringankan beban mereka. Menurut para psikolog, fenomena ini akan menyebabkan depresi dan penyimpangan di masyarakat. Dalam banyak kasus, kesendirian dan kegagalan mendorong para remaja untuk mengakhiri hidupnya.

Dalam perspektif Islam, kemajuan keluarga merupakan parameter utama untuk mengukur kemajuan sebuah umat menuju pada kebahagiaan dan sakinah. Perkara ini akan terwujud di bawah ajaran Islam dan ilmu pengetahuan. Para anggota keluarga membangun hubungan atas dasar cinta dan kasih sayang. Pada dasarnya, mempertebal spiritualitas dan moral keluarga merupakan tolok ukur pertama yang disuarakan Islam dan dapat disimpulkan bahwa pilar utama sistem keluarga dibangun atas landasan itu.

Islam menaruh perhatian terhadap poros keluarga dengan cara menetapkan serangkaian aturan dan menyusun sistem pendidikan, sosial, dan moral. Islam kemudian meletakkan sistem ekonomi yang berfungsi untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, bukan meruntuhkannya dan ini adalah sebuah jaminan sosial.

Dalam sistem ekonomi Islam, kesucian rumah tangga harus tetap dijaga dan jika kepala keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga, maka pemerintah berkewajiban untuk membantu mereka dan dengan cara ini, Islam menjamin kesejahteraan dan kehidupan bahagia serta kebutuhan ekonomi keluarga. Ini merupakan bagian dari faktor utama untuk kelangsungan dan ketenangan keluarga.

Poin lain yang termaktub dalam dokumen Kebijakan Umum Keluarga Islam Iran adalah menyediakan sistem konsultasi dan pendidikan sebelum, selama, dan selelah membentuk rumah tangga serta memfasilitasi akses kepada mereka berdasarkan prinsip-prinsip Islam-Iran untuk tujuan memperkuat bangunan keluarga. Oleh karena itu, masyarakat harus dibekali pendidikan untuk mengatasi masalah yang melilit mereka dan menyesuaikan perilakunya dengan norma-norma sosial sehingga dapat membangun interaksi harmonis dengan orang lain.