Pejabat Knesset Akui Perang dengan Hizbullah akan Sulit dan Kompleks
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i166104-pejabat_knesset_akui_perang_dengan_hizbullah_akan_sulit_dan_kompleks
Ketua Komisi urusan luar negeri dan militer Knesset menilai perang dengan Hizbullah Lebanon akan sulit dan kompleks.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jun 24, 2024 08:40 Asia/Jakarta
  • Pejabat Knesset Akui Perang dengan Hizbullah akan Sulit dan Kompleks

Ketua Komisi urusan luar negeri dan militer Knesset menilai perang dengan Hizbullah Lebanon akan sulit dan kompleks.

Tehran, Parstoday- Kantor berita Reuters melaporkan, Yuli-Yoel Edelstein, Ketua Komisi Urusan Luar Negeri dan Militer Knesset (Parlemen rezim Zionis) hari Minggu (23/6/2024) menekankan kompleksitas perang dengan Hizbullah, dan memperingatkan bahwa Tel Aviv tidak dalam posisi yang baik untuk ikut serta dalam perang di front utara dan selatan.

Sebelumnya, surat kabar Zionis Ma'ariv mengutip Menteri Energi rezim Zionis, Eli Cohen, menulis, jika terjadi perang skala besar dengan Hizbullah, maka fasilitas energi Israel berada dalam bahaya.

Selama beberapa pekan terakhir, seiring peningkatan ketegangan di perbatasan antara Lebanon dan wilayah pendudukan serta berlanjutnya serangan rudal dan artileri Hizbullah terhadap posisi rezim Zionis, ketakutan dan kekhawatiran Zionis akan kemungkinan terjadinya perang  semakin meningkat.

Di sisi lain, Hizbullah Lebanon hari Minggu mengumumkan tanggapan terhadap operasi teror rezim Zionis di wilayah Al-Khyarah, dengan menyerang markas komando batalion Israel, Al-Sahl di barak Zionis, Beit Hillel dengan drone bunuh diri.

Seiring dimulainya operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hizbullah Lebanon melancarkan serangan besar terhadap militer rezim Zionis di utara wilayah pendudukan dan mengurangi tekanan terhadap perlawanan di Gaza.

Sejak awal operasi Hizbullah di wilayah pendudukan utara Palestina, sejumlah besar pemukim Zionis di wilayah ini terpaksa meninggalkan rumah mereka, dan menurut laporan media Zionis, sebagian besar penduduk yang tersisa di wilayah ini menderita masalah mental dan psikologis.

Media rezim Zionis telah mengakui besarnya biaya perang yang harus dibayar Israel di segala bidang, termasuk perekonomian di pemukiman Zionis di utara Palestina yang diduduki, dan khususnya di sektor pertanian.(PH)