IAEA: Kami Sangat Prihatin Karena Tidak Mengetahui Cadangan Uranium Iran
-
IAEA
Pars Today - Sebagian laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang diperoleh Jaringan Al-Mayadeen menyatakan bahwa IAEA tidak lagi memiliki informasi mengenai jumlah pasti uranium yang diperkaya di Iran, dan masalah ini telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi organisasi tersebut.
Menurut laporan Tasnim mengutip jaringan Al-Mayadeen mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh salinan laporan baru Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (yang akan dibacakan pada pertemuan Dewan Gubernur mendatang), mengenai kepatuhan Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi dan Perjanjian Kairo.
Menurut Al-Mayadeen, Rafael Grossi menyatakan dalam laporannya bahwa Republik Islam Iran telah memberi tahu IAEA bahwa kerja sama apa pun di masa mendatang dengan organisasi ini hanya akan dilakukan dengan keputusan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran.
Bagian lain dari laporan itu menyatakan bahwa IAEA "tidak dapat lagi sepenuhnya mengetahui status cadangan bahan nuklir Iran sebagaimana dinyatakan sebelumnya".
Direktur Jenderal IAEA juga menyatakan bahwa "kurangnya informasi tentang jumlah sebenarnya uranium yang diperkaya tinggi yang telah diproduksi dan ditimbun Iran telah menimbulkan kekhawatiran serius" di antara para inspektur IAEA.
Pertemuan Dewan Gubernur IAEA berikutnya dijadwalkan akan diadakan di Wina pada 18-20 November, dan menurut laporan, tiga negara Eropa, Prancis, Inggris, dan Jerman, telah memulai langkah-langkah baru terhadap program nuklir Iran sebelum putaran baru Dewan Gubernur IAEA dan sedang mencoba untuk membawa kasus Iran ke Dewan Keamanan sekali lagi.
Kekhawatiran Grossi tentang kurangnya informasi mengenai material uranium yang diperkaya Iran muncul di saat IAEA tidak pernah mengutuk serangan udara Israel dan Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran, yang melanggar perjanjian NPT, dan telah gagal mengambil sikap yang tidak memihak dan adil dalam semua laporannya.
Sehubungan dengan hal ini, perwakilan Republik Islam Iran, Federasi Rusia, dan Republik Rakyat Tiongkok untuk organisasi internasional di Wina bertemu dengan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional, pada hari Selasa (11/11) dan membahas pertemuan Dewan Gubernur yang akan datang.(sl)