Venezuela Menyerukan Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183510-venezuela_menyerukan_sidang_darurat_dewan_keamanan_pbb
Pars Today - Sebagai tanggapan atas serangan AS, Menteri Luar Negeri Venezuela mengirimkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan pertemuan Dewan Keamanan yang mendesak, dan menyebut langkah itu sebagai serangan terhadap kedaulatan dan keamanan nasionalnya.
(last modified 2026-02-12T10:03:52+00:00 )
Jan 03, 2026 17:55 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil Pinto
    Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil Pinto

Pars Today - Sebagai tanggapan atas serangan AS, Menteri Luar Negeri Venezuela mengirimkan surat resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan pertemuan Dewan Keamanan yang mendesak, dan menyebut langkah itu sebagai serangan terhadap kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Menurut laporan IRNA pada hari Sabtu (03/01/2026), Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil Pinto memposting pesan di jejaring sosial Telegram, "Tidak ada serangan pengecut yang dapat mengalahkan kekuatan bangsa ini, dan rakyat kita akan keluar sebagai pemenang dari ujian ini."

Langkah diplomatik ini terjadi ketika ketegangan antara Washington dan Caracas meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan laporan tentang serangan, ledakan, dan pergerakan militer telah dipublikasikan di beberapa bagian Venezuela.

Dewan Keamanan PBB belum menanggapi permintaan ini secara resmi, dan waktu yang memungkinkan untuk pertemuan darurat tersebut belum diumumkan.

Jaringan berita CNN menulis pada hari Sabtu (03/01) mengutip tim beritanya di Caracas, “Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat pada hari Sabtu, dan wartawan yang berada di lokasi kejadian menyatakan bahwa intensitas ledakan sangat besar sehingga jendela-jendela bangunan bergetar dan kemudian terdengar suara pesawat terbang di ketinggian rendah.”

CNN menambahkan, “Beberapa daerah di kota Caracas mengalami pemadaman listrik dan wartawan dari jaringan berita ini mengatakan bahwa mereka mendengar suara pesawat terbang setelah ledakan.”

Dalam konteks yang sama, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa selama serangan besar-besaran Washington terhadap Venezuela, Presiden Nicolas Maduro ditangkap bersama istrinya dan telah meninggalkan Venezuela.(sl)