Aliyev: Kami Tidak Akan Mengirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i183688-aliyev_kami_tidak_akan_mengirim_pasukan_penjaga_perdamaian_ke_gaza
Pars Today - Presiden Azerbaijan mengumumkan bahwa negaranya tidak berniat mengirim unit pasukannya untuk berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian di luar perbatasannya, termasuk di Jalur Gaza.
(last modified 2026-01-06T05:26:38+00:00 )
Jan 06, 2026 12:24 Asia/Jakarta
  • Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev
    Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev

Pars Today - Presiden Azerbaijan mengumumkan bahwa negaranya tidak berniat mengirim unit pasukannya untuk berpartisipasi dalam operasi penjaga perdamaian di luar perbatasannya, termasuk di Jalur Gaza.

Menurut laporan ISNA, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Azerbaijan bahwa negaranya telah berhubungan dengan pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump mengenai sejumlah pertanyaan terkait pasukan penjaga perdamaian di Gaza.

"Kami telah menyiapkan kuesioner dengan lebih dari 20 pertanyaan dan menyerahkannya kepada pihak Amerika. Kemungkinan besar kami tidak akan berpartisipasi dalam pasukan penjaga perdamaian," ujar Presiden Azerbaijan.

Aliyev menambahkan, "Saya tidak mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam operasi tempur apa pun di luar Azerbaijan."

Sebuah sumber di pemerintahan Azerbaijan mengatakan November lalu bahwa Azerbaijan tidak akan menyediakan pasukan apa pun untuk operasi semacam itu kecuali gencatan senjata penuh terjalin antara Israel dan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan pada hari Senin (05/01/2026) bahwa keberhasilan pasukan stabilisasi internasional yang direncanakan di Jalur Gaza bergantung pada partisipasi pihak-pihak yang sah, terutama para penandatangan Deklarasi Sharm El-Sheikh tanggal 13 Oktober 2025 tentang gencatan senjata dan proses perdamaian.

Erdogan menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, di mana ia juga menyinggung perkembangan terkini di kancah lokal dan internasional.

“Sulit bagi mekanisme yang tidak melibatkan Turki untuk mendapatkan kepercayaan rakyat Palestina,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa “Turki adalah pemain kunci dalam misi ini karena ikatan sejarahnya yang mendalam dengan rakyat Palestina, saluran keamanan dan diplomatik yang telah dipertahankan dengan Israel selama bertahun-tahun, dan pengaruh regionalnya sebagai anggota NATO”.(sl)