Warga Palestina Marah atas Penghapusan Palestina dari Buku Teks UNRWA
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184368-warga_palestina_marah_atas_penghapusan_palestina_dari_buku_teks_unrwa
Pars Today - Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) baru-baru ini mendistribusikan buku-buku kepada pengungsi Palestina di Lebanon yang di dalamnya nama Palestina dihapus dari peta dunia, yang menyebabkan kemarahan hebat di kalangan warga Palestina.
(last modified 2026-02-26T09:21:17+00:00 )
Jan 20, 2026 13:58 Asia/Jakarta
  • Protes warga Palestina di Lebanon
    Protes warga Palestina di Lebanon

Pars Today - Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) baru-baru ini mendistribusikan buku-buku kepada pengungsi Palestina di Lebanon yang di dalamnya nama Palestina dihapus dari peta dunia, yang menyebabkan kemarahan hebat di kalangan warga Palestina.

Menurut laporan IRNA, situs Lebanon Al-Ahed melaporkan bahwa setelah UNRWA mendistribusikan buku teks, para pejabat pendidikan di kamp-kamp Palestina di Lebanon utara menemukan bahwa nama Palestina telah dihapus dari peta dunia dan negara-negara Arab dalam buku teks kelas enam. Setelah berita ini dipublikasikan, warga Palestina memprotes keras tindakan ini.

Menurut laporan ini, warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp ini mengadakan demonstrasi untuk menekankan bahwa tidak ada alternatif selain Palestina, dan pada saat yang sama memperingatkan lembaga-lembaga internasional untuk tidak mempermainkan kenyataan terkait buku-buku pendidikan, untuk lebih berhati-hati, dan untuk mencegah penghinaan terhadap warga Palestina dan pengungsi.

Laporan UNRWA menunjukkan bahwa ada 12 kamp Palestina di Lebanon.

Menurut statistik yang tersedia, lebih dari 490.000 pengungsi Palestina tinggal di Lebanon, di mana 280.000 di antaranya tinggal di kamp-kamp Beddawi, Al-Buss, Al-Rashidiya, Al-Miya, Burj Al-Barajneh, Burj Al-Shamali, Shatila, Dbayeh, Ain Al-Hilweh, Mar Elias, Nahr Al-Bared, dan Wavel.

Pada tahun 1980-an, beberapa kamp ini, seperti Sabra dan Shatila, menyaksikan pembantaian warga Palestina oleh kaum Zionis.

Kelompok pengungsi Palestina pertama tiba di Lebanon selatan pada tahun 1948.(sl)