Media Zionis: Pola 'Ancaman-Mundur' Trump Melemahkan Deterensi Israel
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i194308-media_zionis_pola_'ancaman_mundur'_trump_melemahkan_deterensi_israel
Pars Today – Media-media Zionis melaporkan bahwa kemunduran Trump yang berulang kali di hadapan Iran mengejutkan dan mengecewakan pihak Israel.
(last modified 2026-08-03T10:58:27+00:00 )
Aug 03, 2026 17:54 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Pars Today – Media-media Zionis melaporkan bahwa kemunduran Trump yang berulang kali di hadapan Iran mengejutkan dan mengecewakan pihak Israel.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, kemunduran berulang Donald Trump, Presiden kriminal AS, dari ancaman-ancaman terbarunya terhadap Iran, telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan Zionis tentang sulitnya melakukan penilaian operasional yang berkelanjutan terhadap Iran, dan kalangan ini sangat mengkritik sikap-sikap Trump dalam menghadapi Iran.

 

Media-media Zionis melaporkan bahwa Israel masih dalam keadaan terkejut dengan perubahan sikap Trump tentang dimulainya kembali serangan terhadap Iran; terutama karena pihak Israel telah sangat bergantung pada terwujudnya ancaman-ancaman terbaru Trump dalam menargetkan infrastruktur energi Iran secara keras.

 

Melemahnya Deterensi Israel di Hadapan Iran di Bawah Sikap-sikap Trump yang Kontradiktif

 

Dalam hal ini, organisasi Radio dan Televisi rezim pendudukan melaporkan bahwa Israel telah bersiap untuk serangan besar-besaran AS terhadap Iran, termasuk menargetkan fasilitas dan infrastruktur energi—sebelum perintah Trump untuk membatalkannya—dan karena takut akan reaksi Iran, telah meningkatkan tingkat kewaspadaannya.

 

Berdasarkan laporan ini, keputusan Trump untuk membatalkan serangan terhadap Iran diambil setelah beberapa jam yang penuh ketegangan dan stres di Israel dan seluruh kawasan, dan sikap-sikap Trump ini merusak dan melemahkan kesiapan operasional AS dan Israel.

 

 

Organisasi Radio dan Televisi rezim Zionis menyatakan: "Ini adalah kedua kalinya dalam seminggu bahwa 'AS memberi tahu Israel tentang serangan terencana yang dapat mengguncang seluruh kawasan, sebelum membatalkannya pada menit-menit terakhir tanpa penjelasan apa pun.'"

 

Dalam lanjutan laporan ini disebutkan bahwa ribuan pejabat militer dan lembaga keamanan Israel pada akhir pekan lalu telah bersiap untuk kemungkinan eskalasi konflik, tetapi mengingat pendekatan Trump ini, persiapan dan perencanaan yang serius untuk masa depan menjadi sulit.

 

Dalam hal ini, saluran 15 televisi rezim Zionis melaporkan bahwa Israel terkejut dengan pembatalan serangan AS terhadap Iran, dan ada keyakinan bahwa tindakan ini akan melemahkan kemampuan deterensi Israel di hadapan Tehran.

 

"Orang-orang Iran bahkan tidak mau memberikan satu konsesi pun"

 

Avigdor Lieberman, mantan Menteri Perang rezim Zionis dan ketua partai "Israel Rumah Kita" yang merupakan salah satu tokoh terkemuka di oposisi rezim ini, juga dalam hal ini mengatakan: "Orang-orang Iran bahkan tidak mau memberikan satu konsesi pun, baik mengenai program nuklir, maupun tentang kendali Selat Hormuz, maupun tentang dukungan terhadap semua kekuatan sekutu mereka di kawasan. Mereka hanya mengulur waktu."

 

Yiftah Ron Tal, seorang jenderal cadangan militer rezim pendudukan, juga mengatakan: "Kami benar-benar tidak memahami sifat fluktuasi perkembangan terkini di kawasan; karena ada kesempatan bersejarah untuk menyerang infrastruktur ekonomi Iran yang seharusnya tidak dilewatkan. Selama sistem Iran ini berkuasa, kami tidak dapat menjamin dunia tanpa kemampuan nuklir Iran, dan setiap hari yang kami tunggu adalah kesempatan baru bagi kemajuan program nuklir Iran."

 

Di sisi lain, saluran 14 televisi rezim Zionis mengutip Orin Solomon, salah satu jenderal cadangan militer rezim Zionis lainnya, dengan mengkritik keras sikap-sikap Trump yang kontradiktif, menyatakan: "Seseorang harus membangunkan Presiden AS dan ia harus memahami bahwa musuh-musuh AS, yaitu Rusia dan Tiongkok, mengawasinya, dan karena itu ia harus memutuskan dan memulai serangan besar-besaran."

 

"Trump adalah ahli retorika kosong"

 

Sementara itu, Amos Harel, analis militer Zionis terkemuka di surat kabar Ibrani Haaretz, juga mengkritik keras kinerja Trump dan mengatakan: "Trump membanggakan keahliannya dalam negosiasi, tetapi pada akhirnya ia adalah ahli retorika kosong."

 

Ia menyatakan bahwa Trump selalu, dengan harapan bahwa Iran akan mundur terlebih dahulu, mencapai puncak ancamannya dan kemudian terpaksa mundur dan memberi kesempatan lain kepada pihak Iran.

 

Di sisi lain, saluran 12 televisi rezim Zionis melaporkan bahwa militer Israel berada dalam status siaga tinggi di tengah keyakinan bahwa "orang-orang Iran mungkin mengejutkan kita dengan tindakan-tindakan yang tidak terduga." (MF)