Mayjen Safavi: SCO dan BRICS, Pakta-Pakta yang akan Melawan NATO
https://parstoday.ir/id/news/event-i170154-mayjen_safavi_sco_dan_brics_pakta_pakta_yang_akan_melawan_nato
Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menilai kemampuan Organisasi Kerja Sama Shanghai, SCO, dan BRICS, efektif untuk melawan unilateralisme Amerika Serikat, NATO, dan melemahkan kekuatan dolar dalam transaksi ekonomi global.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 18, 2024 13:33 Asia/Jakarta
  • Mayjen Yahya Rahim Safavi
    Mayjen Yahya Rahim Safavi

Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menilai kemampuan Organisasi Kerja Sama Shanghai, SCO, dan BRICS, efektif untuk melawan unilateralisme Amerika Serikat, NATO, dan melemahkan kekuatan dolar dalam transaksi ekonomi global.

Parstoday - Mayjen Yahya Rahim Safavi, Selasa (17/12/2024) mengatakan, dunia hari ini berada dalam fase transisi geopolitik, dan geometri tatanan dunia baru dalam skala internasional serta regional, akan segera lahir.

Menurutnya dalam proses transisi geopolitik berskala global, sepertinya sistem kekuatan dari belahan dunia Barat, yang berlandaskan sebuah struktur dua bagian, timur dan barat, perlahan-lahan sedang beralih ke belahan dunia Timur.

Safavi menambahkan, "Para pakar kebijakan internasional, ilmu politik, dan geostrategi, menilai sumber dari perubahan besar dan peralihan pusat kekuatan ini adalah ekonomi berbasis sains, kebudayaan, ideologi, dan teknologi terbarukan seperti Kecerdasan Buatan, komunikasi media, partisipasi global, dan kemunculan para pemimpin serta negara-negara kuat dalam skala internasional dan regional."

Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menjelaskan, dalam paradigma persaingan kekuatan-kekuatan dunia, dalam pandangan pakar ini, dunia sedang bergerak ke arah kekuatan multilateralisme atau multipolar. 

Mayjen Safavi melanjutkan, para pakar kebijakan internasional meyakini bahwa kekuatan Asia atau Eurasia yaitu gabungan Cina, India, Rusia, dan Iran, dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai, SCO, dan BRICS, karena mendapat ancaman yang sama, dan memiliki kepentingan bersama, secara jelas sedang muncul untuk melawan unilateralisme AS, NATO, dan melemahkan kekuatan dolar dalam transaksi ekonomi global.

Kenyataannya perluasan kemampuan ekonomi BRICS telah memicu kekhawatiran mendalam AS, dan Presiden terpilih negara itu, Donald Trump sempat mengancam untuk menerapkan tarif 100 persen atas produk negara-negara BRICS yang masuk ke pasar AS, jika mereka berusaha mengganti dolar. (HS)