Indonesia Serukan Gencatan Senjata Perang Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i116762-indonesia_serukan_gencatan_senjata_perang_ukraina
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan diakhirinya perang antara Rusia dan Ukraina, dan memperingatkan ancaman krisis pengungsi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 08, 2022 12:58 Asia/Jakarta
  • Indonesia Serukan Gencatan Senjata Perang Ukraina

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan diakhirinya perang antara Rusia dan Ukraina, dan memperingatkan ancaman krisis pengungsi.

Mengutip data Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), Jokowi menuturkan sudah ada 1,2 juta orang dari Ukraina mengungsi ke negara lain karena peperangan.

Menurut UNHCR, sudah 1,2 juta orang harus mengungsi ke negara lain karena perang di Ukraina.

Apabila krisis berlanjut niscaya akan terjadi “krisis pengungsi terbesar sepanjang abad”. Inilah yang harus kita sama-sama cegah agar jangan sampai terjadi.

Jokowi juga menyayangkan kegagalan Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata meski sudah tiga kali menggelar negosiasi sejak invasi Moskow berlangsung pada 24 Februari lalu.

Menurut Jokowi, kegagalan gencatan senjata tidak hanya mendorong eskalasi konflik bersenjata tetapi juga memicu bertambahnya korban jiwa terutama dari warga sipil.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan sikap dan komitmen PBNU terhadap perdamaian dunia. Ia menyerukan gencatan senjata terkait invasi Rusia terhadap Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah Mataraman di Kantor PCNU Kabupaten Kediri.

Saat ini PBNU telah menjadwalkan pertemuan dengan duta besar Rusia dan Ukraina, untuk membahas perang yang terjadi. Seruan gencatan senjata itu akan disampaikan dalam pertemuan tersebut.

"Telah dijadwalkan pertemuan dengan Duta Besar Rusia dan Ukraina membahas perang dan gencatan senjata," imbuh Yahya.

Yahya menambahkan, PBNU juga mengajak negara-negara lain untuk menyerukan gencatan senjata bagi negara Rusia dan Ukraina yang saat ini sedang berperang.

NU sebagai organisasi masyarakat turut serta memberikan kontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Menurutnya, masalah antara Ukraina dengan Rusia diharapkan bisa diselesaikan dengan duduk bersama.

"Semua perbedaan, pertentangan, bicarakan secara damai," pungkas Yahya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina belakangan ini bukan masalah agama.

Ia lantas meminta umat Islam Indonesia tak terpengaruh dan terprovokasi terhadap pelbagai propaganda yang marak belakangan ini.

"Mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional. Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama," kata Haedar dalam keterangan resminya Jumat (4/2).

Haedar meminta masyarakat dan umat Islam tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Ia juga meminta agar umat Islam tidak menyebarkan informasi tidak jelas sumbernya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(PH)