Kelayakan Mendapat Hidayah; Pesan Doa Hari Kesembilan Belas Bulan Ramadan
Di hari kesembilan belas bulan Ramadhan kita membaca: Allahumma Waffir Fiihi Hazzhi Min Barakaatihi Wa Sahhil Sabiili Ila Khairaatihi Wa Laa Tahrimni Qabuula Hasanaatihi Yaa Hadiyan Ilal Haqqil Mubiina
Ya Allah...
Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya. Mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari menerima kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk kepada kebenaran yang terang.
Dalam doa hari kesembilan belas bulan Ramadan ada empat tema penting; pengertian berkah, berkah bulan Ramadan, melaksanakan perbuatan baik dan tolok ukur perbuatan yang diterima Allah. Doa hari kesembilan belas ini menekankan siapa saja yang layak mendapat hidayah.
Orang yang layak mendapat hidayah
1. Mukmin
Allah Swt berfirman, "...barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya..." (QS. 64: 11)
2. Orang yang bertaubat
Allah Swt berfirman, "...menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya." (Qs. 13: 27)
3. Orang yang berpegangan teguh kepada Allah
Allah Swt berfirman, "...Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (QS. 3: 101)
4. Mujahidin
Allah Swt berfirman, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami..." (QS. 29: 69)
5. Orang yang bertakwa
Imam Ali as berkata, "Diberi hidayah orang yang merasa dalam hatinya ada takwa." (Ghurar al-Hikam, tentang hidayah)
6. Orang yang sabar
Imam Ali as berkata, "Mendapat hidayah barangsiapa yang memakai pakaian sabar dan yakin." (Ghurar al-Hikam, tentang hidayah)
7. Mukhlisin
Imam Ali as berkata, "Diberi hidayah orang yang mengikhlaskan imannya." (Ghurar al-Hikam, tentang hidayah)
Wasilah terbaik untuk mendapat hidayah
1. Al-Quran
Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus..." (QS. 17: 9)
2. Ahlul Bait
Rasulullah Saw bersabda, "Aku telah meninggalkan dua pusaka untuk kalian. Selama kalian berpegangan kepada keduanya, maka kalian tidak akan tersesat. Keduanya adalah Kitabullah dan Itrah (Ahlul Bait).” (Ma'alim al-Madrasatain, hal 48) (Saleh Lapadi)