Aman dari Godaan Setan; Pesan Doa Hari Kedua Puluh Satu Bulan Ramadan
Di hari kedua puluh satu bulan Ramadan kita membaca: Allahummaj'al Lii Fiihi Ilaa Mardhaatika Daliila Wa Laa Taj'al Lis Syaithaani Fiihi ‘Alayya Sabiila Waj'alil Jannata Lii Manzilan Wamuqiila Yaa Qaadhiya Hawaaijit Thaalibiina
Ya Allah...
Berilah aku petunjuk menuju kepada keridhaan-Mu Janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah surga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan. Wahai Pemberi keperluan orang-orang yang membutuhkan.
Dalam doa hari kedua puluh satu bulan Ramadan ada empat tema penting; keridhaan Allah, aman dari godaan setan dan masuk surga. Doa hari kedua puluh satu ini menekankan aman dari godaan setan.
Hubungan setan dan manusia
Allah Swt berfirman, "...Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS. 12: 5)
Alat yang dipakai setan menyesatkan manusia
1. Lalai dan lupa
Allah Swt berfirman, "...Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)." (QS. 6: 68)
2. Kebencian
Allah Swt berfirman, "...Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu." (QS. 5: 91)
3. Menghiasi perbuatan buruk
Allah Swt berfirman, "...tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih." (QS. 16: 63)
4. Pandangan haram
Rasulullah Saw bersabda, "Pandangan haram merupakan panah setan." (Bihar al-Anwar, jilid 104, hal 40)
5. Janji bohong
Allah Swt berfirman, "Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka." (QS. 4: 120)
Manusia yang aman dari setan
1. Mukhlasin
Allah Swt berfirman, "Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka." (QS. 38: 83)
Catatan: Mukhlis adalah orang berusaha ikhlas dan melakukan perbuatan dengan ikhlas. Sementara Mukhlas adalah orang yang melakukan perbuatan ikhlas, sehingga Allah memberikannya derajat atau maqam ikhlas.
2. Mukminin
Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya." QS. 16: 99)
3. Orang yang adil
4. Orang yang tidak mengadu ketika tertimpa musibah
5. Rela dengan takdir Allah
Untuk tiga kelompok manusia ini, Imam Shadiq as berkata, "Iblis berkata, ‘Saya tidak dapat mempengaruhi lima kelompok manusia ini, sementara yang lainnya ada dalam kontrolku... Termasuk dari kelima kelompok manusia itu adalah orang yang melakukan sesuatu yang dapat diterima dirinya untuk orang lain, orang yang tidak mengadu ketika tertimpa musibah dan orang yang rela dengan takdir Allah." (Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 9)
Mengingat Allah membuat setan lari
Seorang sahabat dengan tergesa-gesa berlari menuju masjid. Ia kemudian mendekati Nabi Muhammad Saw dan berkata, "Ya Rasulullah! Saya sudah menjadi orang munafik!
Nabi berkata, "Tidak. Demi Allah, engkau belum termasuk orang munafik. Karena bila telah menjadi orang munafik, engkau tidak akan mendatangiku untuk memberitahu masalah ini. Apa yang telah membuatmu ragu akan dirimu? Tampaknya setan telah membisikimu siapa yang menciptakanmu dan membuatmu berpikiran bahwa engkau telah menjadi seorang munafik. Sebagai jawabnya, engkau mengatakan bahwa Allah yang menciptakan aku. Untuk kedua kalinya setan membisikimu pertanyaan ini, bahwa siapa yang menciptakan Allah?"
Sahabat itu terkejut bagaimana Rasulullah Saw mengetahui apa yang ada dalam pikirannya dan menjawab, "Demi Allah, apa yang engkau katakan benar adanya, wahai Rasulullah."
Rasulullah berkata, "Setan mendatangimu untuk mengurangi atau mencegah perbuatan baikmu. Ketika ia ternyata tidak mampu memenangi medan pertempuran ini, ia mendatangimu dari arah lain. Setan mulai membisikimu dan mempengaruhimu agar tersesat. Bila hal itu terjadi, maka ingatlah Allah Yang Maha Esa, agar engkau aman dari upaya setan yang berhasil membuatmu tergelincir." (Ushul Kafi, jilid 2) (Saleh Lapadi)