Taufik Ilahi; Pesan Doa Hari kedua Puluh Dua Bulan Ramadan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i13207-taufik_ilahi_pesan_doa_hari_kedua_puluh_dua_bulan_ramadan
Di hari kedua puluh dua bulan Ramadan kita membaca: Allahummaftah Lii Fiihi Abwaaba Fadhlika Wa Anzil Alayya Fiihi Barakaatika Wa Waffiqnii Fiihi Lii Muujibaati Mardhaatika Wa Askinnii Fiihi Buhbuuhaati Jannatika Yaa Mujiiba Da'watil Mudhtharriina
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 28, 2016 08:14 Asia/Jakarta

Di hari kedua puluh dua bulan Ramadan kita membaca: Allahummaftah Lii Fiihi Abwaaba Fadhlika Wa Anzil Alayya Fiihi Barakaatika Wa Waffiqnii Fiihi Lii Muujibaati Mardhaatika Wa Askinnii Fiihi Buhbuuhaati Jannatika Yaa Mujiiba Da'watil Mudhtharriina

Ya Allah...

 

Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu. Turunkan untukku berkah-berkah-Mu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridhaan-Mu. Tempatkanlah aku di dalam surga-Mu yang luas. Wahai Penjawab dosa orang-orang yang dalam kesempitan.

 

Dalam doa hari kedua puluh dua bulan Ramadan ada empat tema penting; keutamaan Allah, taufik ilahi, perbuatan demi keridhaan Allah dan surga tempat orang yang ikhlas. Doa hari kedua puluh dua ini menekankan taufik ilahi.

 

Taufik ilahi menurut Imam Ali as

 

1. Petunjuk

"Tidak ada petunjuk yang lebih bermanfaat dari taufik ilahi." (Nahjul Balaghah, hikmah 113)

 

2. Inayah Allah

"Taufik adalah inayah ilahi."

 

3. Rahmat ilahi

"Taufik merupakan rahmat ilahi."

 

4. Daya tarik

"Taufik termasuk dari daya tarik ilahi."

 

5. Puncak keselamatan

"Taufik adalah puncak keselamatan."

 

6. Nikmat terbaik

"Tidak ada nikmat yang lebih agung dari taufik ilahi." (Ghurar al-Hikam, tentang taufik)

 

Faktor yang menyebabkan seseorang meraih taufik ilahi

 

1. Meminta kebaikan dari Allah

"Barangsiapa yang meminta kebaikan dari Allah, maka ia telah diberi taufik ilahi." (Nahjul Balaghah, khutbah 147)

 

2. Keberagamaan

"Sebagaimana badan dan bayangannya tidak dapat dipisahkan, taufik ilahi dan agama juga tidak dapat dipisahkan." (Ghurar al-Hikam, tentang taufik) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)