Kelompok Anti-Syiah Bubarkan Diskusi Pendidikan di Makassar
Kelompok intoleran yang mengaku bernama Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) kembali beraksi hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Makassar.
Pada Kamis malam (13/4/2017) sebuah diskusi ringan di kafe daerah Tamalanrea tentang pendidikan di luar negeri diserbu beberapa gelintir orang dari laskar pemburu aliran sesat.
Diskusi dengan tema "Once Upon a Time in Karbala and Irak," dengan narasumber Syaharuddin Abbas, SS, mahasiswa University of Al-Ma'had, Al-Islamy Al-Aly, Karbala, Irak dipaksa berhenti di tengah jalan.
Menurut Lentera Negeri sebagai pihak penyelenggara acara, pembahasan diskusi mengenai proses mendapatkan beasiswa, pengalaman saat berangkat kuliah dan beradaptasi di luar negeri.
Kegiatan diskusi di Volunteer Cafe dilaksanakan sebulan sekali dengan tema tentang pendidikan, terutama pengalaman mendapatkan beasiswa.
Tapi, kegiatan intelektual yang yang berlangsung sekitar 30 menit itu tiba-tiba dipaksa berhenti oleh kelompok intoleran karena dianggap menyebarkan paham Syiah.
“Narasumber dan peserta diskusi digiring ke masjid untuk diinterogasi. Dalam proses perjalanan ke masjid, narasumber dan beberapa peserta lainnya mendapatkan pukulan,” tulis Sahid Arshad dalam laporan kronologi kejadian yang dikirim ke media hari Jumat (14/4).
“Selama proses interogasi di masjid, tas dan laptop diperiksa. Kami dipaksa mengaku beraliran syiah,” tambah dosen Unhas itu.
Padahal, pihak Lentera Negeri sudah menjelaskan lembaganya bergerak di bidang sosial dan pendidikan anak yatim serta anak kurang mampu, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan organisasi Syiah.
Selama hampir satu jam kemudian, polisi datang mengamankan. Hingga Jumat siang, tas, laptop, handphone, dan KTP belum dikembalikan oleh orang-orang yang mengaku Laskar Pemburu Aliran Sesat.