Presiden Jokowi Minta Rakyat Tenang
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i38250-presiden_jokowi_minta_rakyat_tenang
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) seraya menekankan perang terhadap kelompok teroris meminta rakyat negara ini menjaga ketenangannya.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
May 26, 2017 01:45 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo
    Presiden RI Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) seraya menekankan perang terhadap kelompok teroris meminta rakyat negara ini menjaga ketenangannya.

"Kita perintahkan untuk mengejar sampai ke akar-akarnya, karena kita tahu korban yang ada ini sudah keterlaluan, korban-korban yang ada, tukang ojek jadi korban, supir angkot jadi korban, penjual lapak kelontong jadi korban, polisi jadi korban," kata Presiden di kediaman pribadinya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta pada Kamis (25/5).

Menurut laporan IRNA, Joko Widodo Kamis (25/5) setelah ledakan bom di halte bus Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) meminta rakyat Indonesia menjaga ketenangannya.

Menurut keterangan kepolisian Indonesia, tiga korban meninggal berasal dari unsur kepolisian yaitu Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Imam Gilang Adinata.

Sedangkan korban luka adalah Bripda Ferri Nurcahya, Bripda Yogi Aryo, Bripda M Fauzi, Bripda M Al Agung Pangestu, Bripda Syukron, Bripda Pandu Dwi Laksono, Agung (supir Kopaja), Damai (supir mikrolet), Tasbik (karyawan BUMN), Susi A Fitriyani (mahasiswi), dan Jihan (mahasiswi).

Untuk mempermudah dan penanganan lebih lanjut seluruh korban yang kondisinya memungkinkan dipindah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Tadinya, 11 korban terluka akibat ledakan bom itu menjalani perawatan di empat RS berbeda yaitu 4 orang korban di RS Premiere Jatinegara, 1 orang di RS Hermina, 4 orang di RS Polri Kramat Jati dan 2 orang di RS Budi Asih.

Menyusul insiden bom di Kampung Melayu, Presiden Joko Widodo mempercepat kunjungan kerjanya ke Malang, Jawa Timur dan Solo, Jawa Tengah pada 24-25 Mei 2017.

Presiden juga dilaporkan menjenguk korban terluka yang dirawat di rumah sakit. Sekitar 17 bulan lalu, Indonesia juga dilanda sejumlah serangan teror. (MF)