Menlu Indonesia Kunjungi Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i46600-menlu_indonesia_kunjungi_afghanistan
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengunjungi Afghanistan dan bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menyampaikan komitmen Indonesia dalam mendukung proses perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Nov 07, 2017 11:01 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengunjungi Afghanistan dan bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk menyampaikan komitmen Indonesia dalam mendukung proses perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan.

Situs Antara melaporkan, kunjungan Retno Marsudi ke Afghanistan dinilai bersejarah karena merupakan kunjungan kerja seorang Menlu RI setelah sekian lama. Kunjungan terakhir Menlu RI ke Afghanistan terjadi tahun 1961.

Menlu Retno membahas berbagai kerja sama bilateral bersama Presiden Ashraf Ghani, sekaligus tindak lanjut kunjungan Presiden Afghanistan ke Indonesia pada awal 2017, khususnya mengenai proses perdamaian dan rekonsiliasi di negara itu.

Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dapat menjadi contoh dalam membangun perdamaian Afghanistan.

Selanjutnya, Menlu RI menyebutkan bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani ingin belajar dari pengalaman Indonesia dalam membangun dan mempertahankan perdamaian.

Sebelumnya, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 5-6 April 2017, dan dalam kunjungan tersebut Presiden Ghani mempelajari pengalaman Indonesia dalam penanganan konflik dan terorisme.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Presiden Afghanistan pada 6 April 2017 bertemu dengan para ulama Indonesia, terutama para ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Istiqlal, Jakarta untuk membahas tentang moderasi Islam dan toleransi.

Salah satu wujud dari peran Indonesia dalam proses pembangunan perdamaian di Afghanistan adalah melalui kehadiran Indonesia Islamic Center, yang menyebarkan ajaran nilai-nilai Islam yang moderat.

Indonesia Islamic Center ini merupakan sebuah komplek dan di dalamnya berdiri Masjid as-Salam. Masjid tersebut sudah diresmikan pada September 2016 dan dapat menampung 2.500 jemaah.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan kerja sama pendidikan Indonesia dengan Afghanistan akan semakin ditingkatkan. Peningkatan kerja sama ini akan dibuktikan tahun depan.

“Tahun depan, Indonesia akan memberikan 100 beasiswa kepada mahasiswa asal Afghanistan. Selain itu, kerja sama antar universitas dua negara juga harus ditingkatkan,” kata Menlu Retno sebagaimana dilansir situs Metrotvnews.com, Senin 6 November 2017.

Tidak hanya pendidikan, pemberdayaan perempuan juga menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan di bidang ekonomi dan perdamaian. Bidang ini menjadi salah satu yang disorot dalam kunjungan Menlu Retno ke Kabul.

“Desember nanti, Ibu Negara Afghanistan akan berkunjung ke Indonesia dalam konteks meningkatkan kerja sama pemberdayaan perempuan,” ucap Menlu Retno lagi.

Salah satunya yang akan dibicarakan adalah kerja sama bidang polisi wanita, karena Indonesia dinilai mempunyai kapasitas dalam kerja sama pendidikan bagi polwan dan juga mengenai deradikalisasi.

Indonesia telah banyak membantu rekonsiliasi pembangunan di Afghanistan. Walau nilai kerja sama perdagangan kedua negara terbilang kecil, hanya 16 juta dolar, namun Afghanistan dinilai sebagai negara yang memiliki banyak potensi.

Dilaporkan, salah satu perusahaan BUMN Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan bandar udara dengan mitranya di Afghanistan. Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk kerja sama pembangunan infrastruktur.

Selain itu, BUMN Indonesia juga akan melakukan kerja sama pembangunan infrastruktur proyek lainnya dalam bentuk perumahan dan pembangunan jalan. Penandatanganan MoU ini sebagai komitmen peningkatan kerja sama di bidang ekonomi.

Menurut Menlu Retno, pemerintah Indonesia berupaya menjembatani partisipasi BUMN Indonesia untuk pembangunan proyek ekonomi di sana. Dari segi ekonomi, terjadi peningkatan kapasitas hubungan, termasuk antara setor swasta kedua negara.

Dalam Trade Expo Indonesia 2017, terjadi lonjakan signifikan dari partisipasi pebisnis Afghanistan sebanyak 300 persen. Retno mengungkapkan lebih dari 100 pengusaha Afghanistan turut berpartisipasi.(Antara/MetroTV/PH)