Indonesia, Negara Paling Optimistis di Dunia
Survei yang digelar Gallup International di 55 negara menempatkan Indonesia di urutan teratas dalam Indeks Optimisme. Kebanyakan meyakini tahun 2018 akan lebih baik ketimbang tahun sebelumnya.
Siapa nyana di dunia yang secara umum semakin pesimistik, Indonesia justru berada di urutan teratas dalam daftar negara paling optimistis menurut survey akhir tahun Gallup International. Jajak pendapat yang digelar di 55 negara itu juga menempatkan Indonesia di urutan 8 indeks kebahagiaan, di bawah Papua Nugini, Vietnam dan Filipina.
Setiap tahun Gallup menggelar survey global dengan tiga indikator, yakni harapan, optimisme di bidang ekonomi dan kebahagiaan. Tahun ini Indonesia mendapat status negara paling optimis di dunia.
Responden antara lain ditanya mengenai apakah tahun 2018 akan lebih baik atau lebih buruk ketimbang tahun lalu. Sebanyak 73% menjawab lebih baik dan hanya 6% yang meyakini tahun ini akan lebih buruk ketimbang sebelumnya. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di urutan satu dalam Indeks Harapan dengan skor 67.
Sementara dalam Indeks Optimisme Ekonomi, Indonesia menempati ranking ketiga dari 55 negara dengan 63% responden meyakini tahun ini perekonomian nasional akan melonjak dan menciptakan kemakmuran.
Sedangkan 73% mengaku bahagia dalam hidup, jauh lebih baik ketimbang Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Jepang.
Namun secara umum dunia merasa lebih pesimistis ketimbang tahun lalu. Hanya 40% responden mengaku tahun ini akan menjadi lebih baik. Angka tersebut berkurang dari sebelumnya 53% tahun lalu. Sebaliknya dalam hal optimisme ekonomi, cuma 28% meyakini 2018 menjanjikan lebih banyak kemakmuran ketimbang 2017.
BI: Kondisi Ekonomi saat Ini Memperbaiki Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan berlanjutnya perbaikan optimisme konsumen pada Desember 2017.
Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2017 yang sebesar 126,4, lebih tinggi dari IKK pada November 2017 yang tercatat sebesar 122,1.
Mengutip laman BI, Sabtu, 6 Januari 2017, meningkatnya keyakinan konsumen didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Menguatnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran sejalan dengan membaiknya ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.
Sementara itu, perbaikan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, kegiatan dunia usaha, dan penghasilan pada masa yang akan datang.
Menguatnya perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan disertai dengan perkiraan terhadap meningkatnya konsumsi dan tabungan.
Kenaikan konsumsi tercermin dari indeks perkiraan pengeluaran konsumsi rumah tangga tiga bulan mendatang yang meningkat 2,9 poin dari hasil survei bulan sebelumnya menjadi 158,7.
Demikian halnya dengan indeks perkiraan jumlah tabungan dalam enam bulan mendatang yang naik 2,9 poin dibanding hasil survei bulan November 2017 menjadi 119,9.
Preferensi bentuk penempatan utama kelebihan pendapatan responden dalam kurun 12 bulan mendatang masih didominasi oleh investasi instrumen perbankan (49 persen responden) dan properti (21,3 persen responden).
Hasil Survei juga mengindikasikan ekspektasi konsumen terhadap peningkatan harga pada enam bulan mendatang (Juni 2018), tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 6 enam bulan mendatang sebesar tujuh poin menjadi 178,4.
Kenaikan ekspektasi harga tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, yaitu meningkatnya permintaan pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. (Detik/Metrovtnews)