ASEAN-Rusia Sepakat Berantas Terorisme
-
Pertemuan ARSOM di Rusia
Negara anggota ASEAN dan Rusia menyampaikan bela sungkawa kepada Indonesia atas aksi terorisme yang baru terjadi di beberapa kota di Indonesia. Aksi teror tersebut menjadi pertanda bahwa ancaman terorisme di kawasan masih sangat nyata, serius, dan penanggulangannya memerlukan kerja sama intensif antarnegara termasuk ASEAN-Rusia.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri melawan terorisme. Kita perlu meningkatkan kerja sama dan menerapkan strategi yang komprehensif dalam melawan terorisme dan kampanye penyebaran ketakutan mereka," tegas Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemenlu Benny YP Siahaan mewakili Ketua Senior Officials' Meeting Indonesia pada Pertemuan Ke-15 ASEAN-Russia Senior Officials' Meeting (ARSOM) pada Jumat 18 Mei 2018 seperti dikutip dari Kemlu.go.id, Minggu (20/5/201).
"Indonesia sangat menghargai komitmen Rusia dalam kerja sama pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional lainnya melalui berbagai mekanisme kerja sama ASEAN," lanjut Benny.
"Baik ASEAN maupun Rusia perlu terus meningkatkan untuk saling berbagi serta mempelajari best-practices dan pengalaman satu sama lain dalam memberantas terorisme."
Selain itu, menurut Benny, Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan violent extremism melalui pendekatan lunak. Peningkatan kehadiran suara moderat di media sosial, dialog atau kegiatan dengan kelompok pemuda, perempuan, dan masyarakat secara umum perlu ditingkatkan oleh Pemerintah untuk mencegah tumbuhnya paham radikal di masyarakat dan membangun kewaspadaan masyarakat atas ancaman teror.
Selain menyoroti kerja sama pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional lainnya, pertemuan juga membahas berbagai isu terkait kemitraan ASEAN-Rusia seperti perdagangan dan investasi, energi, konektivitas transportasi, pertanian, penanggulangan bencana, pendidikan dan pertukaran budaya serta membahas perkembangan kerja sama politik dan keamanan ASEAN-Rusia di kawasan termasuk perkembangan konsep Indo-Pasifik.
Posisi Asia Tenggara yang berada di poros Indo-Pasifik akan menjadi jembatan penghubung antar inisiatif negara-negara besar sehingga kawasan Indo-Pasifik tidak menjadi arena persaingan yang merugikan. Untuk itu, ASEAN dan Rusia perlu meningkatkan sinergi dalam kerja sama Indo-Pasifik yang inklusif, terbuka, transparan, dan menghormati hukum internasional untuk menjaga perdamaian dan meningkatkan kemakmuran melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN (ASEAN led-mechanisms). (Liputan6)