Profesionalitas, Pertimbangan Kabinet Baru 2019-2024
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i72289-profesionalitas_pertimbangan_kabinet_baru_2019_2024
Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin menyatakan bahwa aspek profesionalitas akan menjadi pertimbangan dalam menyusun kabinet pemerintahan periode 2019-2024.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 28, 2019 10:50 Asia/Jakarta
  • Presiden dan wapres terpilih Indonesia
    Presiden dan wapres terpilih Indonesia

Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin menyatakan bahwa aspek profesionalitas akan menjadi pertimbangan dalam menyusun kabinet pemerintahan periode 2019-2024.

Ma'ruf mengatakan, selain mengakomodasi keinginan dari parpol koalisi pendukung, nantinya kabinet juga akan diisi oleh orang-orang yang berlatarbelakang profesional non-parpol.

"Yang penting terwakili politik, walaupun dari politik juga profesional, artinya politik dan non-politik itu kira-kira. Nah bisa 60:40, kata Pak Jokowi, bisa 50:50, bisa saja," ujar Ma'ruf dilansir situs Kompas hari ini.

Meskipun demikian, Kyai Ma'ruf menjelaskan bahwa dirinya dan Presiden Joko Widodo belum menentukan nama-nama yang akan masuk dalam kabinet.

Menurut dia, seluruh parpol koalisi dan relawan pendukung akan dimintai usulan nama-nama yang dinilai memiliki kapasitas untuk duduk dalam kabinet. "Enggak belum (menentukan nama), baru menghimpun ya," kata Ma'ruf.

 

 

Presiden Joko Widodo

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkap kriteria menteri untuk kabinet periode keduanya, yaitu sosok yang mampu mengeksekusi, berani mengambil keputusan, dan memiliki integritas.

"Kan sudah saya sampaikan bolak balik. Eksekutor kuat, tahu manajemen, artinya manajerialnya baik, memiliki keberanian dan urusan yang lain-lain, masalah integritas dan lain-lain," ujar Jokowi usai bertemu dan membubarkan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Jakarta, Jumat (26/7).

Presiden terpilih itu menyatakan bahwa ia akan meluangkan waktu khusus dalam waktu dekat untuk mengumpulkan para ketua umum partai politik pengusung guna membahas susunan kabinet 2019-2024.

Jokowi mengaku sudah meminta partai koalisi menyodorkan nama kadernya untuk menjadi menteri, tapi, partai koalisi belum juga memberikan nama-nama calon menteri untuk periode keduanya.(PH)