Labuan Bajo Menjadi Wisata Super Premium
-
Presiden Joko Widodo menaiki perahu Pinisi di Labuan Bajo
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas untuk mempersiapkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapat menjadi destinasi wisata super premium.
"Pengembangan destinasi super premium Labuan Bajo akan mulai dibenahi pada awal tahun ini dan ada beberapa hal yang ingin saya tekankan di sini berkaitan dengan Labuhan Bajo," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik "Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo" di hotel Plataran Labuan Bajo, NTT pada Senin.
Rapat yang berlangsung di pantai tepi Laut Flores itu dihadiri oleh Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito dan para pejabat terkait lainnya.
"Yang pertama yang berkaitan dengan penataan kawasan, kita memang ingin segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarnnya lebih besar dari wisatawan kebanyakan dan oleh sebab itu kita perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan," ungkap Presiden. Sebagaimana dilaporkan Parstodayid, mengutip Antaranews, Senin (20/01/2020).
Meski begitu, Presiden Jokowi meminta agar masyarakat lokal tetap dilibatkan. "Berkaitan dengan penyiapan SDM, kita ingin masyarakat di sini, masyarakat lokal harus menikmati dan menjadi bagian dari pembangunan yang kita lakukan," ujar Jokowi.
Labuan Bajo jadi tuan rumah pertemuan G-20 2023
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bukan hanya mempersiapkan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai kawasan wisata super premium. Dia juga menyiapkan Labuan Bajo menjadi tuan rumah sejumlah acara internasional.
"Tetapi yang paling penting juga bahwa kita ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023," kata Jokowi usai memimpin ratas pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Nusa Tenggara Timur, Senin (20/1/2020).
Acara G20 Summit merupakan pertemuan kepala negara kelompok ekonomi besar di dunia. Sementara ASEAN Summit adalah pertemuan pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN. Untuk diketahui, pada 2023 Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN Summit sekaligus Ketua G-20.
Jokowi mengakui bahwa menjadikan Labuan Bajo sebagai kawasan wisata super premium dan digunakan untuk acara internasional adalah sebuah pekerjaan besar.
Namun, dia ingin semua pekerjaan dapat rampung pada akhir 2020. Sehingga, Kementerian Pariwasta bisa mulai promosi besar-besaran pada 2021.
"Ini sebuah pekerjaan yang besar, yang harus kita selesaikan akhir tahun ini yaitu, memperbaiki produk yang ada di sini, infrastruktur, landscape, sampah, air baku yang juga kurang," jelas Jokowi. (Antaranews/Liputan6)