Penataran P4 dengan Format Baru?
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i78738-penataran_p4_dengan_format_baru
Pendidikan terkait dengan etika Pancasila dinilai mendesak diterapkan kepada kaum milenial sebagai pedoman perilaku dalam menghadapi ancaman intoleransi yang kerap terjadi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 18, 2020 08:59 Asia/Jakarta
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md
    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md

Pendidikan terkait dengan etika Pancasila dinilai mendesak diterapkan kepada kaum milenial sebagai pedoman perilaku dalam menghadapi ancaman intoleransi yang kerap terjadi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komunitas Milenial Peduli Indonesia (Kompii) Dedy Mahendra di Jakarta, Senin, menilai etika Pancasila perlu untuk menghadapi potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan negara dari kelompok sektarian anti-Pancasila.

"Kita perlu mengejar keutamaan hidup berbangsa dengan mengembangkan cara berpikir dan cara bertindak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu percaya kepada Tuhan sesuai dengan agamanya masing-masing, menjadi manusia yang beradab, nasionalis atau menjaga persatuan bangsa, mengutamakan musyawarah mufakat, dan adil kepada sesama," kata Dedy. Demikian pantauan Parstodayid dari Antaranews, Selasa (18/02/2020).

Lambang Negara Garuda Pancasila

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyatakan, penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) akan dihidupkan lagi dengan format yang baru.

"Dahulu, sebelum saya meninggalkan BPIP itu sudah ada keputusan kita akan menciptakan penataran-penataran. Jadi, itu sudah dimulai," kata Mahfud di Jakarta, Senin, (17/2/2020). Sebagaimana dilaporkan Liputan6 dari Jakarta, Selasa (18/02/2020).

Mantan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menyebutkan saat ini sudah ada beberapa orang yang mendapatkan penataran.

"Tadi saya tanya Sestama (Sekretaris Utama BPIP) itu sudah ada beberapa yang ditatar. Cuma karena baru awal-awal jadi belum merata. Pada akhirnya nanti akan banyak penatar ideologi Pancasila," katanya.

Mahfud memastikan, materi penataran yang akan diberikan tidak monoton dan itu-itu saja, sebagaimana pernah pada masa Orde Baru.

Usulan Menpan RB

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengusulkan menghidupkan kembali penataran P4 untuk memperkuat nasionalisme dan wawasan kebangsaan.

"Saya hanya usul kepada Pak Menko, kalau bisa nanti ada tahap perlu kembali penataran. Walaupun polanya tidak seperti dahulu, dipersingkat," katanya.

Yang terpenting, menurut dia, melalui penataran tersebut mampu membangun komunikasi yang bagus, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) agar lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Keragaman suku dan bahasa Indonesia

Bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dan bahasa sehingga interaksi dan dinamika kehidupan sosial perlu dilandasi dan dinapasi etika atau cara hidup Pancasila.

Oleh karena itu, setiap keluarga Indonesia diharapkan mendidik anak-anak mereka tentang etika atau cara hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dengan etika Pancasila, kita sebagai warga akan bisa menerima mereka yang berbeda dengan kita. Dengan etika Pancasila, semua pekerja dalam profesi apa pun tidak akan merugikan orang lain.

Etika Pancasila adalah jawaban bagi pluralitas bangsa Indonesia dan ini adalah rahmat Allah bagi rakyat Indonesia.