Menghadapi Corona, Indonesia Pilih Social Distance atau Lockdown?
-
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD
Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyarankan agar pendekatan menjaga jarak atau social distance lebih dikedepankan ketimbang upaya penutupan atau lockdown dalam rangka meminimalisir penyebaran wabah virus corona.
"Pendekatan social distance atau menjaga jarak lebih dikedepankan, supaya ekonomi masyarakat tetap berjalan," ujar Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa. Demikian hasil pantuan Parstodayid dari Antaranews, Selasa (17/03/2020).
Pengamat transportasi tersebut menilai upaya lockdown seperti halnya di Wuhan (Cina) atau beberapa negara lain memang belum dilakukan. Bisa jadi pertimbangan ekonomi menjadi penyebabnya jika suatu kota di Indonesia dilakukan lockdown.
Selain mengedepankan pendekatan social distancing, Djoko juga menyarankan agar pemerintah lebih gencar lagi mensosialisasikan penerapan perilaku hidup sehat kepada masyarakat, seperti mencuci tangan menggunakan air dan sabun, membuang sampah di tempat sampah, tidak merokok dan mengonsumsi NAPZA (Narkotika,Alkohol,Psikotropika dan Zat Aditif), tidak meludah di sembarang tempat, hindari menyentuh area wajah yang tidak perlu di area transportasi publik.
Sementara itu, dalam rangka menjalani social distancing atau membatasi interaksi social dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak tokoh agama mengimbau masyarakat agar menjalani peribadatan keagamaan di rumahnya masing-masing.
Menurutnya, diharapkan kepada tokoh-tokoh agama, ormas, majelis keagamaan, dan takmir mesjid supaya juga memberikan pengertian ke jamaah untuk memilih beribadah di rumah masing-masing dulu.
Mahfud meyakini jika tokoh agama menyerukan imbauan tersebut maka upaya social distancing akan berjalan efektif.
Dia mengatakan, melakukan ibadah di rumah juga sudah dilakukan di negara-negara Timur Tengah, seperti Kuwait hingga Qatar.
"Di negara-negara Timur Tengah, termasuk masjidil haram, Kuwait, Qatar, dan sebagainya, seruan seperti ini sudah dilakukan," katanya.
"Mari kita jaga keselamatan kita bersama dengan penuh gotong-royong dan kebersamaan," terang dia.
Dia mengatakan, upaya dan sosialiasi social distancing diharapkan dapat berlangsung efektif.
Hal itu dilakukan supaya dapat meredam penyebaran virus corona.
"Hindari kerumuman, kalau tidak trlalu penting, jangan berdekatan dengan orang lain, sehingga kita semuanya bisa meminimalisir serangan Covid-19," ungkap Mahfud.