Kepadatan Penumpang di Soetta dan Surat Sehat Bebas COVID-19
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i81331-kepadatan_penumpang_di_soetta_dan_surat_sehat_bebas_covid_19
Ramai di media sosial beredar foto kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pascapenerbangan dibuka kembali. Dalam akun twitter pribadi seorang netizen bernama Risang Dipta Permana, terlihat Bandara Soetta dipenuhi calon penumpang berhimpit-himpitan tanpa adanya pembatas sosial.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 15, 2020 05:40 Asia/Jakarta
  • Corona di Indonesia
    Corona di Indonesia

Ramai di media sosial beredar foto kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pascapenerbangan dibuka kembali. Dalam akun twitter pribadi seorang netizen bernama Risang Dipta Permana, terlihat Bandara Soetta dipenuhi calon penumpang berhimpit-himpitan tanpa adanya pembatas sosial.

Merespons cuitan tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) langsung angkat bicara. AP II menginformasikan bahwa antrean yang terlihat di gambar yang diunggah netizen tersebut merupakan antrean calon penumpang pesawat di posko pemeriksaan dokumen perjalanan yang terletak di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 04.00 WIB. Akan tetapi, pihak AP II memastikan mulai sekitar pukul 05.00 WIB sudah tidak terjadi lagi antrean hingga sekarang.

Virus Corona

Sementara itu, pihak Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memastikan akan mengevaluasi peristiwa membeludaknya antrean calon penumpang. Executive General Manager Bandara Internasional Soetta, Agus Haryadi, mengatakan pihaknya akan mengusut ada tidaknya pelanggaran dalam penjualan tiket.

"Kita baru saja melakukan rapat untuk evaluasi. Ini akan dicek juga tingkat kepatuhan dari semua pihak. Jadi, dari maskapai, pihak kami, itu dievaluasi, apa ada pelanggaran? Misalnya, pelanggaran jumlah pax (penumpang) yang diangkut, atau pelanggaran penjualan tiket, sebagainya," kata Agus di Terminal 2 Bandara Soetta, Cengkareng, Tangerang, Kamis (14/5/2020). Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Detik, Jumat (15/05/2020).

Agus menambahkan, pihaknya juga akan mengubah alur pemeriksaan calon penumpang di check point Terminal 2. Dia mengatakan akan membuat sistem antrean yang berbeda dari yang sudah diterapkan sebelumnya.

Menanggapi membludaknya antrean calon penumpang, dosen Epidemologi Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani angkat bicara terkait kepadatan penumpang yang sempat terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Laura mengingatkan bahwa kerumunan orang berpotensi memunculkan klaster baru virus Corona (COVID-19).

"Kalau menurut saya, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan membuka kembali penerbangan, harus disertai dengan skenario planing yang sudah disusun, terutama terkait dengan protokoler kesehatan yang harus diterapkan pada saat pandemi ini berlangsung," kata Laura, Kamis (14/5/2020).

Dokumen yang Dibutuhkan

Adapun dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas COVID-19, dan dokumen lainnya sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Namun terkait dengan surat bebas COVID-19, Baru-baru ini beredar di media sosial surat keterangan sehat bebas COVID dijual seharga Rp 70 ribu. Sebuah cuitan viral tersebut menyebut surat keterangan sehat dan bebas COVID-19 bisa dibeli secara online.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 39 ribu hingga Rp 70 ribu. Lapak yang menjual surat tersebut saat ini sudah tidak ditemukan.

Karena sempat dijual secara online dan jadi viral, pihak Shopee pun memberikan tanggapan.

"Shopee telah menurunkan produk dan menutup toko tersebut dari platform kami," kata Public Relations Lead Shopee, Aditya Maulana Noverdi dalam pernyataan kepada detikINET, Kamis (14/5/2020).

Salah satu iklan online yang viral adalah surat bebas COVID-19 yang sampai dijual Rp 39 juta. Yang lainnya ada yang dijual Rp 70.000. Shopee menegaskan mereka tidak mentolerir hal semacam itu.

"Kenyamanan dan keamanan semua pengguna Shopee dan masyarakat Indonesia merupakan prioritas utama kami di tengah pandemi COVID-19 ini. Kami tidak mentolerir tindakan yang mengeksploitasi situasi COVID-19 dan membahayakan keselamatan publik," kata dia.