Mengenal Kapal Patroli Cepat 40 Meter Produksi Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i84626-mengenal_kapal_patroli_cepat_40_meter_produksi_indonesia
Indonesia sebagai negara maritim kepulauan terbesar di dunia, sudah seharusnya memperkuat kemampuan dalam mengamankan wilayah perairan yang sangat luas, guna menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh perairan yurisdiksi Indonesia yang merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai negara kepulauan.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Aug 25, 2020 12:14 Asia/Jakarta
  • Kapal Patroli Cepat 40 Meter TNI Angkatan Laut
    Kapal Patroli Cepat 40 Meter TNI Angkatan Laut

Indonesia sebagai negara maritim kepulauan terbesar di dunia, sudah seharusnya memperkuat kemampuan dalam mengamankan wilayah perairan yang sangat luas, guna menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh perairan yurisdiksi Indonesia yang merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai negara kepulauan.

Konsekuensi dari kondisi yang seperti ini, perlunya penambahan kapal-kapal patrol secara bertahap hingga memenuhi jumlah yang dibutuhkan.

Merespon kebutuhan ini, TNI AL meluncurkan dua kapal perang baru jenis Patroli Cepat 40 Meter (PC-40 M) Karotang-872 dan Mata Bongsang-873, yang diresmikan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono, di Galangan PT Karimun Anugrah Sejati, Batam, Kepulauan Riau, Senin (24/8).

Indonesia

"Pembangunan kapal patroli 40 M ini, merupakan bagian integral dari pembanguan kekuatan TNI AL sesuai dengan perencanaan strategis yang telah ada, yang bertujuan untuk mendukung pemenuhan tugas TNI AL," kata dia. Demikian hasil pantauan Parstodayid dari Antaranews, Selasa (25/08/2020).

Spesifikasi Kapal PC 40 M

Kapal PC-40 M memiliki panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter, dan bobot 220 ton.

Keduanya mampu melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot. Kemudian kecepatan jelajah 17 knot dengan kecepatan ekonomis 15 knot.

Kapal PC-40 M juga memiliki ketahanan (endurance) berlayar tanpa berhenti selama enam hari.

Sejumlah peralatan juga melengkapi kapal ini antara lain, dua unit radar dan senjata meriam 30 mm yang dapat diawaki 35 prajurit.

Kapal perang ini produksi PT Karimun Anugrah Sejati dan direncanakan kapal tersebut akan memperkuat jajaran unsur patroli di bawah Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI AL X/Jayapura dan Satuan Patroli Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan.

Tradisi peluncuran kapal perang ditandai prosesi pemecahan kendi oleh Ketua Umum Jalasenastri, Vero Yudo Margono, selaku "Ibu Kandung Kapal", pemotongan tali tambat dan penyerahan miniatur kapal. Seusai diresmikan Margono melihat kondisi kapal, mulai dari geladak, anjungan dan bagian-bagian lain kapal.

Hadir pada kegiatan tersebut para pejabat teras TNI AL, yaitu para asisten kepala staf TNI AL, para panglima Komando Armada I, Komando Armada II, kepala Dinas Penerangan TNI AL, dan lain-lain.

Sebelum meresmikan kapal perang itu, Margono dan rombongan meninjau Markas Komando Gugus Keamanan Laut Komando Armada I yang diterima langsung oleh Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan.