Arab Saudi Mulai Menyambut Jemaah Umrah
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i85897-arab_saudi_mulai_menyambut_jemaah_umrah
Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan pembukaan kembali umroh 2020, dengan tetap mempertimbangkan ancaman COVID-19. Umroh 2020 direncanakan dibuka bertahap mulai 4 Oktober 2020 untuk mereka yang tinggal di Saudi lebih dulu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 04, 2020 09:19 Asia/Jakarta
  • Ibadah haji dan umrah
    Ibadah haji dan umrah

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan pembukaan kembali umroh 2020, dengan tetap mempertimbangkan ancaman COVID-19. Umroh 2020 direncanakan dibuka bertahap mulai 4 Oktober 2020 untuk mereka yang tinggal di Saudi lebih dulu.

Izin umrah ini diperuntukkan bagi lebih dari 100 ribu orang menurut statistik resmi yang dirilis oleh Kementerian Haji dan umrah.

Perincian terdiri dari: 42.873 untuk warga negara Arab Saudi, 65.168 untuk pemegang izin tinggal (residents) termasuk ekspatriat, dan 10.041 untuk warga negara yang mendaftar via aplikasi EatMarna, demikian seperti dikutip dari Arab News, Sabtu (3/10/2020).

Masjidul Haram dalam situasi pandemi

Sebanyak 16.000 jemaah mendaftar umrah di aplikasi EatMarna dalam satu jam pertama peluncurannya; jumlahnya mencapai 309.686 orang Saudi dan ekspatriat pada akhir minggu pertama peluncurannya, termasuk 224.929 jemaah terdaftar dan 84.757 pendamping.

Statistik Arab Saudi juga menunjukkan bahwa di antara mereka yang ingin menunaikan umrah, jemaah berusia antara 51 dan 60 tahun mewakili persentase terendah dengan 8 persen, diikuti oleh jemaah antara 41 dan 50 tahun dengan 14 persen, jemaah antara 20 dan 30 tahun dengan 17 persen, jemaah antara 31 dan 40 tahun dengan 26 persen dan jemaah di atas 60 tahun dengan 35 persen.

Pemerintah Buat Protokol Kesehatan

Sementara itu, pemerintah, lewat Kementerian Agama (Kemenag), tengah menyusun aturan mengenai protokol kesehatan pencegahan virus Corona dalam penyelenggaraan ibadah umroh. Hal ini untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah Arab Saudi yang membuka perjalanan umroh dengan beberapa tahapan.

"Persiapan kami, Kemenag, sekarang baru menyusun peraturan menteri agama terkait dengan protokol, kita tunggu saja," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali kepada wartawan di gedung Kemenag, Jakarta Pusat.

Nizar mengatakan bahwa Indonesia termasuk ke negara yang diperbolehkan oleh Arab Saudi untuk melakukan perjalan umroh. Di sisi lain, ada tiga negara di dunia yang belum diizinkan karena penanganan pandemi COVID-19 dianggap belum berhasil.

Masjidil Haram Sambut Jemaah Umrah Pertama

Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, kembali menyambut kelompok jamaah umrah untuk pertama kalinya di tengah pandemi COVID-19 pada Minggu pagi waktu setempat, setelah lebih dari enam bulan vakum--kecuali di masa Haji.

Lebih dari 1,8 miliar umat Muslim dari seluruh dunia yang akan bersuka cita masuk ke dalam antrean jamaah yang diperbolehkan memasuki masjid tersebut setelah mendaftar melalui aplikasi Eatmarna yang dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Sebelumnya, Arab Saudi mengambil keputusan untuk mencegah penularan COVID-19 dengan menangguhkan ibadah umrah dan ibadah harian di masjid-masjid, termasuk Masjidil Haram, mulai pertengahan Maret.

Kerajaan Arab Saudi juga menutup penerbangan internasional dan memberlakukan aturan karantina wilayah sebagai langkah pencegahan wabah lainnya.

Kini, untuk mengakomodasi 6.000 jamaah saja per hari, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan lima titik temu, antara lain Al-Gaza, Ajyad, dan Al-Shasha, di mana para jamaah akan bertemu dan bergabung dengan petugas medis di dalam bus menuju Masjidil Haram.

Dalam menyambut kedatangan kelompok jamaah pertama, kamera pengukur suhu dipasang di pintu-pintu masuk dan di dalam halaman Masjidil Haram untuk memonitor suhu tubuh jamaah dan mengirimkan peringatan jika diperlukan.

Hal itu telah direncanakan sejak pandemi mulai masuk ke wilayah itu, untuk menjamin keamanan para jamaah serta memungkinkan respons cepat terhadap keadaan yang berpotensi kasus COVID-19.

Sekitar 1.000 petugas telah mendapat pelatihan untuk mengawasi pelaksanaan ritual ibadah umrah di Masjidil Haram.

Kompleks masjid juga akan dibersihkan 10 kali dalam sehari di sela-sela pergantian kelompok jamaah, termasuk di bagian yang biasanya dipadati jamaah, seperti air mancur, karpet, dan toilet.

Eskalator menuju lantai atas dilengkapi dengan alat pembersih, tempat cuci tangan disediakan di sejumlah titik masuk masjid. Selain itu, sistem pendingin udara juga dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet, dengan jadwal pembersihan enam kali sehari.

Otoritas juga meluncurkan sejumlah inisiatif, termasuk Kammamat atau penggunaan masker.