Parlemen Iran: Dukung MKO, AS dan Kanada Tak Bisa Klaim Bela HAM
-
Morteza Agha Tehrani
Ketua Komisi Budaya, Majelis Syura Islam Iran (parlemen) mengatakan, Amerika Serikat dan Kanada sebagai pendukung kelompok teroris Mojahedin Khalq Organization, MKO, tidak bisa mengklaim diri sebagai pembela hak asasi manusia.
Morteza Agha Tehrani, Minggu (11/7/2021) menuturkan, penyelenggaraan pertemuan virtual MKO, dan pidato mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dan Perdana Menteri Kanada, dilakukan untuk menjaga harapan hampa yang ada di hati mereka, dan orang-orang yang mengikuti mereka, agar tetap hidup. Pada akhirnya orang-orang semacam Pompeo memusuhi Republik Islam Iran selama bertahun-tahun, dan tidak mendapatkan apa pun.
Ia menambahkan, selama 40 tahun terakhir pejabat AS dan imperialisme dunia berusaha menghancurkan Iran, dan berjanji untuk melakukannya. Dalam membuktikan janjinya itu, mereka melancarkan teror dan kejahatan lain, namun Republik Islam Iran masih tetap kukuh berdiri.
Agha Tehrani menegaskan, "Para pemimpin kelompok teroris MKO sama sekali tidak memiliki belas kasih pada rakyat Iran, karena terbukti melakukan teror dan pembunuhan terhadap mereka."
"Negara-negara seperti AS dan Kanada adalah pelanggar HAM, karena mendukung MKO dan teroris Takfiri, mereka adalah pendukung utama pembunuhan manusia tak bersalah di level global, karenanya tidak bisa mengaku sebagai pembela HAM," pungkasnya. (HS)