Iran Aktualita, 4 September 2021
https://parstoday.ir/id/news/iran-i104176-iran_aktualita_4_september_2021
Perkembangan di dalam negeri Iran selama sepekan terakhir diwarnai berbagai isu penting, seperti Presiden Iran sebut Hizbullah mimpi buruk bagi Israel.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 04, 2021 12:38 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi
    Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Perkembangan di dalam negeri Iran selama sepekan terakhir diwarnai berbagai isu penting, seperti Presiden Iran sebut Hizbullah mimpi buruk bagi Israel.

Selain itu, masih ada berita lainnya seperti Pasukan Pertahanan Udara Iran Pamerkan Dua Sistem Baru, Amir Abdollahian: Kerja Sama dengan Negara Tetangga, Prioritas Iran ! Pasukan AS Tinggalkan Afghanistan, Ini Respon Jubir Kemenlu Iran, Raisi: Penyelesaian Masalah Ekonomi Butuhkan Kerja Sama Nasional, Jubir Kemenlu Iran Minta Kelompok-Kelompok Afghanistan Tak Saling Bunuh, Komandan Militer Iran: Sebagian Besar Alutsista Kami Buatan Lokal, Komandan AL Militer Iran: Pantai Makran, Gerbang Ekonomi Iran ke Dunia.

Pesan Raisi ke Nasrullah: Hizbullah Mimpi Buruk bagi Israel !

Presiden Republik Islam Iran mengirim pesan kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dan berterimakasih atas ucapan selamat yang disampaikannya.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Rabu (1/9/2021) dalam pesannya untuk Sekjen Hizbullah Lebanon Sayid Hassan Nasrullah mengatakan, "Hizbullah adalah pohon yang baik, dan berkat kepemimpinan Anda, kerja keras serta jihad para pemuda Mukmin revolusioner, dan darah suci syuhada perlawanan, pohon itu telah memberikan buahnya."

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Ia menambahkan, "Lebih banyak kita melangkah maju, maka berkah dari pohon yang baik ini, dan buahnya juga akan lebih banyak dan bersinar, sehingga pada akhirnya pohon ini akan menjadi harapan bagi umat Islam."

Menurut Presiden Iran, kekuatan kubu perlawanan Islam, telah mengubah garda depan pemuda revolusioner menjadi mimpi buruk bagi rezim Zionis Israel, membuatnya tak bisa tidur, bahkan berhasil memaksakan perimbangan kekuatan baru pada rezim ini.

"Peran yang dimainkan kelompok perlawanan Islam dalam memperkuat keamanan dan ketenangan, serta perang melawan terorisme internasional, dan terorisme Takfiri, telah menjadikan gerakan pejuang dan revolusi ini sebagai elemen efektif dalam konstelasi politik regional," imbuhnya.

Raisi menegaskan, tidak ada satu pun kelompok politik, militer atau keamanan di kawasan Asia Barat, dan tidak ada satu pun kekuatan internasional yang bisa mengabaikan eksistensi Hizbullah.

Pasukan Pertahanan Udara Iran Pamerkan Dua Sistem Baru

Dua capaian baru Pasukan Pertahanan Udara Militer Republik Islam Iran dipamerkan dalam sebuah acara yang dihadiri Komandan pasukan ini.

Komandan Pasukan Pertahanan Udara Militer Iran, Brigadir Jenderal Alireza Sabahifard, Rabu (1/9/2021) mengadiri pameran dua capaian baru di pasukannya.

Proyek pertama dinamai Alborz yang merupakan radar tiga dimensi phased array yang dibuat untuk melacak, dan memperjelas target di ketinggian jarak jauh dengan Radar Cross-section (RCS) rendah, dan tersembunyi.

Radar Alborz

Daya jangkau maksimal radar Alborz mencapai 450 kilometer, dan mampu mendeteksi target-target pada ketinggian rendah. Selain itu radar Alborz juga mampu melacak 300 target dalam waktu bersamaan.

Proyek berikutnya adalah sistem komando Borhan. Sistem ini merupakan sebuah pusat kontrol senjata pada jarak tempuh, dan ketinggian rendah sebagai level komando terendah dalam pertahanan inti jaringan komando dan kontrol pertahanan.

Setelah menerima, mengkategorikan, dan menganalisa informasi dari seluruh sumber, Borhan melimpahkan informasi-informasi ini ke level-level komando lebih tinggi dalam waktu cepat sehingga keputusan yang diperlukan dapat segera dieksekusi, dan mengeluarkan perintah penembakan target.

Pusat komando ini mampu melacak dan memproses secara efektif target sehingga bisa menghancurkan atau mengecoh target udara. Borhan dapat mengirim kombinasi data yang diterima dari sistem elektronik, dan data dari sistem radar ke sistem rudal.

Selain dilengkapi kemampuan mendeteksi target, dalam kondisi pasif Borhan juga mampu mengeluarkan instruksi untuk mengatasi gangguan elektronik.

Amir Abdollahian: Kerja Sama dengan Negara Tetangga, Prioritas Iran !

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran memandang kerja sama dengan negara tetangga sebagai prioritas pemerintah ke-13 Iran.

Menlu Iran, Hossein Amir Abdollahian hari Selasa (31/8/2021) menggambarkan pembicaraannya dengan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri uni Emirat Arab (UEA) sebagai pertemuan positif dan tulus. Ia mengatakan, "Iran dan UEA dapat mengambil langkah besar menuju kerja dan diplomasi bertetangga,".

Amir Abdollahian menegaskan bahwa kerja sama dengan negara tetangga sebagai prioritas pemerintahan baru Iran.

Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian

"Iran berkonsultasi, berempati dan bekerja sama dengan tetangganya dalam rangka memajukan hubungan antara kedua negara dan mencapai kerja sama regional," ujar Menlu Iran.

Sebelumnya, Hossein Amir-Abdollahian dalam cuitan di Twitternya menyebut negara tetangga dan Asia sebagai prioritas utamanya.

Sebuah pertemuan regional untuk mendukung Irak diadakan di Baghdad pada hari Sabtu yang dihadiri sejumlah negara regional dan dunia.

Hossein Amir-Abdollahian menghadiri pertemuan tersebut dan menyampaikan pidato serta bertemu dengan sejumlah pejabat penting berbagai negara dunia.

Pasukan AS Tinggalkan Afghanistan, Ini Respon Jubir Kemenlu Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, sekarang adalah peluang bersejarah bagi para pemimpin Afghanistan untuk mengakhiri kekerasan, dan membentuk sebuah pemerintahan kolektif guna menyudahi penderitaan rakyat.

Saeed Khatibzadeh, Selasa (31/8/2021) di akun Twitternya menulis, “20 tahun pendudukan Amerika Serikat hanya membawa kematian dan kerusakan bagi Afghanistan.”

Ia menambahkan, Iran akan selalu berdiri bersama negara sahabat, Afghanistan.

Sebelumnya Jubir Kemenlu Iran juga mengatakan bahwa Iran selalu bersama rakyat Afghanistan. Prioritas Iran adalah mewujudkan perdamaian, stabilitas dan kemajuan rakyat Afghanistan.

Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh

“Afghanistan adalah negara tetangga kami, dan berada dalam lingkup budaya kami. Pada konferensi pers minggu lalu saya sampaikan bahwa jiwa, kehormatan dan kekayaan rakyat Afghanistan harus diperhatikan oleh seluruh kelompok di negara ini,” imbuhnya.

Khatibzadeh menegaskan, “Apa yang menurut kami dapat membawa perdamaian dan stabilitas permanen bagi Afghanistan adalah pembentukan sebuah pemerintahan kolektif di negara ini yang menjadi representasi beragam suku dan masyarakat Afghanistan.”

Menurut Khatibzadeh, Iran dan masyarakat internasional menanti pembentukan pemerintahan kolektif di Afghanistan, dan komitmen pemerintahan negara ini dalam melaksanakan tanggung jawabnya, dan berdasarkan itu, Republik Islam Iran dan masyarakat dunia akan menentukan sikap.

Raisi: Penyelesaian Masalah Ekonomi Butuhkan Kerja Sama Nasional

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menyatakan bahwa masalah negara memerlukan konsensus, kerja sama, dan solidaritasi semua kekuatan di tingkat nasional.

Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi hari Sabtu (28/8/2021) malam, mengatakan, "Hari ini kita memiliki masalah penting di negara ini. Penyelesaian masalah ini membutuhkan kerja sama semua lembaga dan perangkat serta penggunaan semua kapasitas negara,".

Raisi menyebut masalah ekonomi dan stabilitas di pasar sebagai masalah penting Iran saat ini. Menurutnya, "Pemecahkan masalah tuntutan rakyat di bidang ekonomi, terutama stabilitas pasar jelas membutuhkan kerja sama semua kekuatan yang melibatkan pengusaha, investor dan asosiasi buruh dan lainnya, sehingga kita dapat mencapai titik yang jelas untuk menstabilkan pasar dan mengatasi inflasi."

"Isu penting lainnya mengenai defisit anggaran yang harus diupayakan dengan kerja sama semua pihak, termasuk parlemen. Insya Allah reformasi anggaran bisa dilakukan secara terpadu,"tegasnya.

Jubir Kemenlu Iran Minta Kelompok-Kelompok Afghanistan Tak Saling Bunuh

Juru bicara Kemterian Luar Negeri Iran meminta kelompok-kelompok Afghanistan untuk berhenti menggunakan kekerasan, dan menghindari saling bunuh di antara mereka sendiri.

Saeed Khatibzadeh, Jumat (3/9/2021) malam menanggapi perkembangan terbaru di Afghanistan, dan pertempuran sporadis di Panjshir. Ia meminta seluruh pihak menahan diri, dan mematuhi prinsip dialog untuk menyelesaikan konflik, serta mencapai solusi yang disepakati bersama.

Jubir Kemenlu Iran menambahkan, Republik Islam Iran menjalin kontak langsung dengan seluruh pihak di Afghanistan, dan mengerahkan seluruh upayanya untuk mengurangi penderitaan rakyat negara itu.

"Kami percaya hanya dialog di antara warga Afghanistan sendiri tanpa campur tangan negara asing yang dapat mewujudkan perdamaian, dan stabilitas permanen di negara ini," ujarnya.

Khatibzadeh menegaskan, Afghanistan sudah lelah setelah bertahun-tahun dijajah, bertahun-tahun perang, dan kekerasan, oleh karena itu seluruh kelompok harus berhenti menggunakan kekerasan, dan berhenti saling bunuh.

Menurutnya, rakyat Afghanistan layak memiliki sebuah pemerintahan rakyat yang inklusif, dan mengakomodir seluruh lapisan masyarakat, dan suku negara ini.

Komandan Militer Iran: Sebagian Besar Alutsista Kami Buatan Lokal

Komandan Militer Republik Islam Iran Mayor Jenderal Sayid Abdolrahim Mousavi mengatakan, sebagian besar alat utama sistem persenjataan (alutsista) kami adalah buatan dalam negeri.

Mayor Jenderal Sayid Abdolrahim Mousavi

"Kami tidak memiliki kekhawatiran apapun mengenai identifikasi, penemuan dan kontak senjata. Sebagian besar peralatan militer dan senjata serta sistem Angkatan Bersenjata kami buatan dalam negeri yang akan membuat sangat sulit bagi musuh untuk mengatasinya," kata Mousavi dalam wawancara dengan wartawan IRIB, Kamis (2/9/2021).

Dia menambahkan, karena pengorbanan pasukan Pertahanan Udara selama Perang Pertahanan Suci (perang yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran selama delapan tahun) dan setelah perang ini untuk menjaga keamanan udara Iran, maka tanggal 10 Shahrivar (bulan keenam dalam kalender nasional Iran) ditetapkan oleh Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata sebagai Hari Pertahanan Udara.

Komandan Militer Iran menuturkan, ancaman musuh yang puncak ancamannya adalah dari Amerika Serikat dan rezim Zionis serta lainnya telah mendorong kami dalam 42 tahun ini untuk berusaha meningkatkan kemampuan dan kesiapan tempur. 

"Faktor-faktor ini telah membuat kami tidak bergantung pada negara asing. Peningkatan progresif dan manfaat yang signifikan telah dibuat untuk Angkatan Bersenjata, termasuk pasukan Pertahanan Udara Iran, dan para ahli militer juga mengatakan bahwa ini adalah kekuatan pertahanan udara terbaik di kawasan," pungkasnya.

Komandan AL Militer Iran: Pantai Makran, Gerbang Ekonomi Iran ke Dunia

Komandan Angkatan Laut Militer Iran mengatakan, pesisir pantai Makran di Provinsi Sistan va Baluchestan, tenggara Iran, merupakan gerbang ekonomi negara ini ke dunia.

Laksamana Shahram Irani, Kamis (2/9/2021) menuturkan, Angkatan Laut Iran mengibarkan bendera negara ini di lautan dunia.

Ia menambahkan, apa yang diharapkan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dari AL Iran adalah kekuatan, dan keperkasaan sehingga sebagai bagian dari Angkatan Bersenjata, ia mampu menghadapi arogansi musuh.

Komandan AL Militer Iran melanjutkan, perlawanan, perjuangan dan keseriusan dalam melaksanakan tugas serta prioritas yang dimiliki Imam Hussein as, adalah untuk membela rakyat, dan tugas pertama AL Militer Iran juga membela rakyat.

Ia menegaskan, "Dalam bingkai diplomasi pertahanan, dan hubungan dengan negara-negara dunia, kami berusaha melakukan banyak langkah."