Negosiator Nuklir Iran Temui Pejabat Inggris di London
https://parstoday.ir/id/news/iran-i108746-negosiator_nuklir_iran_temui_pejabat_inggris_di_london
Ali Bagheri Kani, negosiator senior Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, tiba di London pada Kamis (11/11/2021) pagi untuk bertemu dengan mitranya dari Inggris dan pejabat senior lainnya.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 11, 2021 14:47 Asia/Jakarta
  • Ali Bagheri Kani.
    Ali Bagheri Kani.

Ali Bagheri Kani, negosiator senior Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, tiba di London pada Kamis (11/11/2021) pagi untuk bertemu dengan mitranya dari Inggris dan pejabat senior lainnya.

Bagheri Kani, seperti dilaporkan Iran Press, akan membahas isu-isu bilateral dan regional dengan rekannya dari Inggris serta beberapa pejabat lain dari negara itu. Dia juga akan berdiskusi tentang pembicaraan nuklir Wina.

Putaran baru pembicaraan Wina untuk menuntut penghapusan sanksi ilegal AS akan dilanjutkan pada 29 November 2021 di ibu kota Austria.

Bagheri Kani telah berkunjung ke Paris dan Berlin sebelum singgah di London. Dia menulis dalam sebuah tweet, "Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan saya dari negara lain, saya akan bertemu dengan beberapa pejabat Eropa dalam beberapa hari mendatang."

"Pertukaran pandangan mengenai masalah bilateral dan regional serta pembicaraan mendatang (Wina) masuk dalam agenda. Kami tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk memajukan kepentingan nasional kami termasuk, penghapusan sanksi ilegal," tegasnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Bagheri Kani menegaskan kami tidak akan membicarakan isu nuklir di Wina, karena masalah ini sudah diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2015 dalam bentuk kesepakatan yang dicapai antara Iran dan kelompok 5+1.

"Pembicaraan itu akan membahas konsekuensi dari penarikan AS dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang berfokus pada sanksi ilegal yang dikenakan terhadap Republik Islam Iran," tegasnya.

Setelah AS secara ilegal meninggalkan JCPOA pada 8 Mei 2018, Iran berusaha menjaga komitmennya dengan catatan pihak lain tetap memenuhi kewajibannya juga. Namun, pihak Eropa tidak memenuhi kewajiban mereka berdasarkan kesepakatan nuklir. (RM)