Lembaran Baru Hubungan Ekonomi Iran-Azerbaijan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dalam pertemuan dengan delegasi ekonomi Republik Azerbaijan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Shahin Mostafaev menekankan urgensi penggunaan potensi ekonomi kedua negara di bidang perdagangan, transportasi, energi dan pariwisata.
Dalam pertemuan ini, Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian menyampaikan posisi permanen Republik Islam Iran dalam mendukung integritas teritorial dan menekankan masalah perbatasan internasional di kawasan.
Wakil Perdana Menteri Republik Azerbaijan menyampaikan kepuasan atas pertemuan konstruktifnya dengan Menteri Perminyakan, Pembangunan Jalan dan Perkotaan Republik Islam Iran. Ia juga mengungkapkan kedua negara semakin dekat untuk menandatangani perjanjian bersejarah di bidang minyak, gas dan transportasi.
Konsultasi terus-menerus antara pejabat Iran dan Republik Azerbaijan dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan keseriusan kedua negara tetangga ini untuk menyelesaikan beberapa perselisihan yang terjadi, dan bertekad untuk membuka kembali babak baru kerja sama hubungan ekonomi.
Iran selama ini selalu menekankan perluasan hubungan dengan negara tetangga, dan Republik Azerbaijan juga ingin bekerja sama dengan negara tetangga, termasuk Iran.
Menteri Luar Negeri Republik Azerbaijan, Jeyhun Bayramov mengatakan,“Prioritas politik luar negeri Republik Azerbaijan adalah memelihara dan mengembangkan hubungan dengan negara-negara tetangga, terutama Republik Islam Iran. Dengan pertimbangan banyak bidang dan kapasitas kerja sama bilateral dan latar belakang yang selalu positif dari hubungan ini, sehingga kita optimis dengan masa depan perkembangan hubungan kedua negara,".

Iran dan Republik Azerbaijan memiliki aspek pendukung di bidang budaya, agama dan sejarah, dan juga terdapat kapasitas yang besar untuk peningkatan kerja sama ekonomi.
Sampai saat ini, beberapa perjanjian dan nota kesepahaman telah ditandatangani untuk memfasilitasi perdagangan antara kedua negara, termasuk perjanjian perdagangan, perjanjian promosi investasi, perjanjian perdagangan maritim, perjanjian kepabeanan, dan perjanjian transportasi.
Saat ini, kelompok kerja dari Iran dan Azerbaijan sedang mengerjakan dokumen perdagangan yang dapat menjadi peta jalan bagi pengembangan hubungan ekonomi kedua negara. Iran dan Azerbaijan juga memiliki proyek bersama di bidang energi dan listrik, serta kerja sama teknis di bidang produksi suku cadang mobil yang menjadi agenda kedua pihak.
Koridor Utara-Selatan juga merupakan salah satu proyek terpenting yang ingin diselesaikan kedua negara melalui Teluk Persia ke Laut Kaspia dan kemudian ke Azerbaijan, Rusia, dan Eropa Utara.
Iran dan Azerbaijan juga memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan tingkat kerja sama di bidang energi. Kedua negara selama beberapa tahun terakhir telah menempuh kebijakan terkait di pasar minyak. Diharapkan juga akan ditandatangani kontrak untuk pengembangan ladang minyak Laut Kaspia antara kedua negara dalam beberapa pekan mendatang.
Kesamaan akar budaya dan sejarah serta kapasitas yang melimpah untuk perluasan kerja sama ekonomi memberikan peluang yang baik guna memperkuat hubungan antara Iran dan Azerbaijan sebagai dua negara tetangga, yang menjamin kepentingan kedua negara serta memperkuat perdamaian dan keamanan kawasan.
Dalam hal ini, Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan Iran, Rostam Ghasemi menyatakan,"Iran dan Republik Azerbaijan memiliki keinginan untuk memperluas hubungan perdagangan, dan pejabat kedua negara secara serius bertekad untuk mewujudkannya,".(PH)