Sanksi tidak Pengaruhi Kehadiran Iran di Wilayah Maritim
Komandan Angkatan Laut Militer Iran mengatakan bahwa dengan bersandar pada kemampuan internal, sanksi tidak berpengaruh pada kehadiran Republik Islam di wilayah maritim.
Laksamana Shahram Irani dalam wawancara dengan wartawan Iran Press di Bushehr, Iran Selatan, menuturkan bahwa selain mobilitas yang sederhana di lingkungan maritim, angkatan laut yang kuat juga harus efektif dan efisien, dan yang lebih penting, angkatan laut militer telah menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi Republik Islam Iran.
"Produksi mesin diesel laut di dalam negeri bermakna bahwa ancaman, sanksi, dan konspirasi tidak berpengaruh pada kehadiran maritim Iran," ujarnya pada hari Rabu (22/12/2021).
Hari ini, kata Laksamana Irani, Angkatan Laut Militer Iran berdiri di atas puncak yang dapat bergerak di lingkungan maritim dan memiliki kehadiran yang efektif dengan bersandar pada kemampuan lokal.
Dia menjelaskan bahwa dengan diproduksinya mesin diesel laut lokal, kelemahan yang ada di bidang ini telah diatasi berkat kerja keras para ahli Iran di bidang teknologi dan industri.
Mesin diesel pertama Iran untuk kapal perang, yang dinamai "Makran 3600" diresmikan di Bushehr pada hari Selasa. Mesin diesel kapal perang ini mampu menghasilkan kekuatan 3.600 tenaga kuda.
Acara peresmian itu disaksikan oleh Laksamana Shahram Irani, dan Wakil Presiden Iran untuk Bidang Sains dan Teknologi, Sorena Sattari. (RM)