Ini Tujuan AS Membunuh Syahid Soleimani Menurut Sahabatnya
-
Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan, sekarang kekuatan dan pengaruh Syahid Qasem Soleimani di Iran, kawasan, dan dunia sudah lebih dari sebelumnya.
"Dua tahun telah berlalu sejak Hajj Qasem gugur, dan banyak sisi yang terlihat dan tersembunyi dari teror ini diumumkan oleh AS, yang memperlihatkan tujuan mereka," kata Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
Menurutnya, kejahatan yang dilakukan oleh rezim teroris AS dan mereka yang membantu dan bersekongkol dalam aksi ini, bukan hanya ingin menghapus seorang komandan secara fisik, tetapi mereka mencoba menghujamkan pukulan keras pada sistem (Republik Islam) dan tujuan mereka lebih besar dari apa yang disampaikan.
"Data intelijen mereka menyimpulkan bahwa Iran tidak akan membalasnya," kata Brigjen Hajizadeh pada acara mengenang para syuhada di Tehran, Jumat (31/12/2021) seperti dikutip IRNA.
Dengan aksi itu, lanjutnya, kekuatan hegemoni mencoba untuk mematahkan perlawanan rakyat Iran terhadap tekanan maksimum sehingga memungkinkan mereka meraih tujuan yang diinginkan.
"Si jahat Donald Trump mengatakan ia telah menghabiskan 7 triliun dolar dan tidak memperoleh hasil apa pun, karena Hajj Qasem adalah penyebab kekalahan ini," kata komandan Angkatan Udara IRGC ini.
Dia menandaskan kehadiran mereka di Afghanistan dan Irak serta pembentukan Daesh dan kelompok takfiri serta banyak rencana mereka di kawasan telah gagal karena Syahid Soleimani.
"Tujuan kedua meneror Syahid Soleimani adalah untuk menghancurkan poros perlawanan. Tetapi semua orang tahu bahwa Amerika rapuh," pungkasnya. (RM)