Ayatullah Khamenei: AS, Rezim Penyulut Krisis dan Hidup dari Krisis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i116296-ayatullah_khamenei_as_rezim_penyulut_krisis_dan_hidup_dari_krisis
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Hari ini, contoh jelas dan lengkap dari jahiliyah modern adalah rezim mafia Amerika Serikat, yang pada dasarnya adalah rezim pembuat krisis yang hidup dari krisis".
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 01, 2022 18:00 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei: AS, Rezim Penyulut Krisis dan Hidup dari Krisis

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, "Hari ini, contoh jelas dan lengkap dari jahiliyah modern adalah rezim mafia Amerika Serikat, yang pada dasarnya adalah rezim pembuat krisis yang hidup dari krisis".

Ayatullah Khamenei dalam pidato memperingati hari raya Bitsah Nabi Muhammad Saw hari Selasa (1/3/2022) menekankan bahwa penyulut krisis adalah salah satu karakteristik utama AS. Rahbar mengatakan, "Rezim AS adalah penyulut krisis dan hidup dari krisis, dan pada dasarnya rezim mafia yang hidup dan eksis dengan jaringan mafia politik, ekonomi dan senjata melalui penyebaran krisis di seluruh dunia,".

Menyinggung peran besar jaringan mafia dalam mengendalikan dan mengarahkan kebijakan AS, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menegaskan, "Anjing piaraan mereka, Daesh, yang mereka akui sendiri telah memenggal dan membakar orang tak bersalah hidup-hidup atau menenggelamkannya, sengaja diciptakan  agar pabrik senjata AS dapat memanfaatkan krisis ini sebaik mungkin,".

 

 

Ayatullah Khamenei juga menyebut krisis Ukraina sebagai akibat dari kebijakan AS dan menekankan, "Hari ini, Ukraina menjadi korban dari kebijakan krisis yang disulut AS. Sebab, AS ikut campur dalam urusan internal Ukraina, mengorganisir demonstrasi dan menciptakan kudeta beludru atau berwarna, kehadiran senator AS dalam demonstrasi oposisi yang menyebabkan negara ini berada di titik tersebut,".

Mengenai posisi tegas Republik Islam Iran dalam menentang perang, Rahbar menjelaskan, "Iran menentang perang, pembunuhan orang dan penghancuran infrastruktur milik negara di mana pun di dunia,".

Ayatullah Khamenei menunjuk rekam jejak kelam AS dalam menyulut krisis, dengan menambahkan, "Apa yang mereka lakukan di Suriah timur? Mengapa mereka mencuri minyak Suriah? Mengapa kekayaan nasional orang-orang dijarah dan dirampas di Afghanistan? Mengapa di Asia Barat, mereka membela kejahatan yang dilakukan Zionis setiap hari dan melakukan semua krisis ini atas nama membela hak asasi manusia?,".

Rahbar menyebut kejahatan terhadap rakyat Yaman sebagai contoh lain dari perilaku kontradiktif Barat dan Amerika Serikat. Ia mengungkapkan,"Rakyat Yaman telah dibombardir selama delapan tahun, tetapi Barat bukan hanya tidak mengutuknya, bahkan mereka mendukung kejahatan terhadap orang-orang Yaman dengan  propaganda, media, bahasa, dan dukungan praktisnya."(PH)