Iran Resmi Adukan AS ke Mahkamah Internasional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i11992-iran_resmi_adukan_as_ke_mahkamah_internasional
Presiden Republik Islam Iran, mengatakan pemerintah Iran secara resmi telah mengadukan Amerika Serikat ke Mahkamah Internasional atas kasus perampasan aset senilai dua miliar dolar milik bank sentral.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 16, 2016 10:01 Asia/Jakarta
  • Iran Resmi Adukan AS ke Mahkamah Internasional

Presiden Republik Islam Iran, mengatakan pemerintah Iran secara resmi telah mengadukan Amerika Serikat ke Mahkamah Internasional atas kasus perampasan aset senilai dua miliar dolar milik bank sentral.

Pada acara buka puasa bersama dengan keluarga para syuhada dan veteran di Tehran, Rabu (15/6/2016) malam, Rouhani menambahkan, pemerintah Iran akan menindaklanjuti kasus tersebut sehingga hak-hak rakyat terpenuhi dan mengembalikan aset yang dirampas. Demikian dikutip kantor berita IRNA.

"Pengadilan AS lewat putusan ilegalnya menyatakan bahwa aset tersebut harus diserahkan kepada warga Amerika dan keluarga dari orang-orang yang terbunuh di Lebanon. Tidak jelas apa yang dilakukan orang-orang Amerika di Lebanon dan apa hubungannya masalah ini dengan Iran," tegasnya.

Mahkamah Agung AS pada 20 April 2016, mengeluarkan sebuah putusan yang memungkinkan pengadilan di negara itu untuk menggunakan aset Iran sebagai uang kompensasi kepada keluarga korban ledakan 1983.

Iran membantah segala bentuk keterlibatan dalam ledakan 1983 di pangkalan marinir AS di Beirut, yang menewaskan 241 marinir Amerika.

Di bagian lain sambutannya, Presiden Iran menekankan pentingnya mempromosikan budaya pengorbanan dan syahadah di tengah masyarakat dan generasi muda.

"Jika kita memelihara budaya pengorbanan dan syahadah, maka kita pasti akan menang terhadap konspirasi tersulit dari musuh," tandasnya.

Menurut Rouhani, jika sebuah bangsa tidak siap berkorban, mereka akan tunduk di hadapan konspirasi dan tekanan musuh.

"Sebuah bangsa yang siap berkorban adalah mereka yang bangkit demi cita-cita, iman, agama, nilai-nilai, negara dan revolusi serta mereka yang membuat musuh putus asa untuk melanjutkan tekanan dan konspirasinya," ujarnya. (RM)