Raisi: Kerja Sama Tehran dan Havana Strategis
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menyatakan bahwa kerja sama antara Tehran dan Havana yang terjalin erat selama ini bersifat strategis.
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Kuba, Ricardo Cabrisas Ruiz, hari Rabu (18/5/2022) menggambarkan hubungan Tehran dan Havana bersifat strategis, dan menegaskan bahwa berbagai kapasitas yang tersedia di kedua negara harus dikembangkan untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonom, pertanian, kesehatan dan berbagai sektor lainnya
Lebih lanjut Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa hubungan bilateral yang positif dan konstruktif antara Iran dan Kuba dapat diperluas dalam interaksi internasional antara kedua negara.
Raisi juga menyatakan kepuasannya dengan hasil pertemuan Joint Commission of Economic Cooperation antara Iran dan Kuba, dengan menambahkan, “Kerja sama yang konstruktif antara kedua negara di bidang kesehatan dan medis memiliki potensi besar untuk diperluas. Iran dan Kuba dapat mengandalkan kekuatan dalam negerinya di berbagai bidang untuk menghasilkan produk-produk strategis sebagai modal swasembada masing-masing,".
Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Kuba dalam pertemuan tersebut menyampaikan pesan Presiden Kuba kepada Presiden Republik Islam Iran, dan menekankan keinginan negaranya untuk mengembangkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Tehran.
Ricardo Cabrisas Ruiz, menggambarkan hubungan politik, ekonomi dan perdagangan antara Tehran dan Havana sebagai hubungan strategis dan mendalam, dengan mengatakan, "Berdasarkan rencana jangka pendek, menengah dan panjang, hubungan Iran-Kuba dapat diperluas dari tingkat hubungan bilateral ke interaksi multilateral di kawasan Amerika Latin,".
Hubungan Tehran-Havana terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir, terutama keanggotaan Iran di Gerakan Non-Blok (GNB) yang menyebabkan hubungan yang lebih erat antara kedua negara.
Kedua negara juga memiliki pandangan yang sama dalam melawan kebijakan arogan dan hegemonik Amerika Serikat sebagai pemimpin blok Barat, dan menyerukan untuk melawan campur tangan dan sanksi ilegal Washington dalam urusan internal negara lain.(PH)