Putin Ungkapkan Tujuan Operasi Militer di Ukraina
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan negaranya tidak berusaha untuk menghancurkan Ukraina sebagai sebuah negara.
Lebih dari delapan bulan telah berlalu sejak awal perang meletus di Ukraina pada Februari, dan negara-negara Barat berusaha untuk memperpanjang perang dan melanjutkan pertumpahan darah dengan memberikan dukungan politik dan senjata ke Ukraina.
Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat (14/10/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi pertanyaan tentang apakah Ukraina akan terus ada sebagai sebuah negara atau tidak dengan mengatakan, "Tujuan kami bukanlah untuk menghancurkan seluruh Ukraina. Mengenai mereka yang berada di beberapa titik dan memutus hubungan di daerah perairan ke Krimea yang dihuni sekitar 2,4 juta orang, pasukan kami terpaksa memasuki wilayah ini dan memulihkan pasokan air ke Krimea. Jika mereka tidak melakukannya tentu tidak akan ada tindakan pembalasan dari kami terhadap mereka."
"Pemboman semenanjung Krimea sekali lagi menunjukkan urgensi masalah adanya hubungan darat dengan Krimea," ujar Putin.
Sebelumnya, setelah menandatangani perintah mobilisasi untuk meningkatkan tentara Rusia, Putin memperingatkan NATO bahwa negaranya memiliki berbagai alat penghancur untuk mempertahankan integritas teritorialnya.
Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dalam sebuah pidato pada hari Kamis mengklaim, "Setiap serangan nuklir terhadap Ukraina tidak akan menghasilkan respons nuklir, tetapi akan menghadapi balasan militer yang begitu kuat sehingga tentara Rusia akan porak-poranda"
Menanggapi pernyataan ini, Dmitry Medvedev menyatakan bahwa klaim Borrell tentang kemungkinan serangan nuklir Rusia di Ukraina tidak lain hanya paranoid belaka.(PH)