Geometri Tatanan Dunia Baru: Penekanan Rahbar akan Pemanfaatan AS atas Perang Ukraina
-
Rahbar Ayatullah Khamenei
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Selasa (4/4/2023) saat bertemu dengan pejabat pemerintah menjelaskan berbagai isu.
Salah satu isu yang dibahas Rahbar dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah adalah perang Ukraina dan sikap Amerika Serikat dalam hal ini.
Rahbar terkait hal ini mengatakan, "Amerika mengobarkan perang Ukraina, tapi perang ini telah mendorong negara ini mulai memiliki jarak dengan sekutu Eropanya, dan faktanya mereka mendapat pukulan dari perang ini, tapi Amerika yang mendapat untung."
Referensi Ayatullah Khamenei tentang peran Amerika dalam memulai perang di Ukraina dan kepentingan Washington dengan cara ini telah diungkapkan mengingat fakta yang tak terbantahkan di bidang ini. Perang di Ukraina dapat dilihat sebagai akibat dari niat jahat dan perilaku agresif NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat terhadap Rusia. Faktanya adalah bahwa serangan Rusia ke Ukraina sebenarnya adalah tanggapan Moskow terhadap tindakan agresif Barat dengan mendorong Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional Rusia. Langkah Rusia ini diambil setelah jawaban negatif AS dan NATO terhadap tuntutan rasional Moskow untuk melepaskan keanggotaan Ukraina di NATO dan penarikan pasukan NATO ke perbatasan tahun 1997, yaitu sebelum dimulainya proses keanggotaan negara-negara Eropa Timur dan Tengah di NATO.
Bukti menunjukkan bahwa NATO dan Amerika Serikat, yang pada periode pasca-Perang Dingin secara bertahap memasuki posisi bermusuhan dengan Rusia dan berusaha melemahkannya, kini memandang perang Ukraina sebagai peluang yang tak tertandingi untuk menghancurkan Rusia secara militer, ekonomi, dan akhirnya secara politis dan penurunan tajam legitimasi presiden negara ini, Vladimir Putin.
Amerika telah lama menginginkan runtuhnya Rusia dan bahkan disintegrasi. Keprihatinan negarawan Washington tentang persenjataan nuklir strategis Rusia dan tindakan Putin dalam menghadapi kebijakan dan tindakan Amerika di berbagai belahan dunia, dan yang lebih penting, keselarasan Rusia dan Cina dalam menggantikan tatanan internasional liberal Barat di dunia, telah mendorong Amerika Serikat menggunakan setiap kesempatan untuk mengurangi kekuatan Rusia.
Noam Chomsky mengatakan, kebijakan Amerika saat ini saat ini adalah berjuang sampai warga negara terakhir Ukraina sementara tidak meramalkan cara untuk mencegah peristiwa tragis lebih lanjut di negara ini, dan pada kenyataannya merusak harapan tersebut dengan memberi Putin hanya dua jalan keluar dari kesulitan ini: dia diadili sebagai penjahat perang di Pengadilan Den Haag atau kelanjutan dari situasi yang sama sampai kehancuran total Ukraina.
Dari sudut pandang Presiden AS Joe Biden dan pejabat tinggi militer dan keamanan pemerintahannya, perang ini telah memberikan kesempatan unik dan tidak dapat diulangi untuk melawan Rusia sebanyak mungkin, sekaligus menghasilkan keuntungan besar bagi industri militer AS. Ayatullah Khamenei terkait hal ini mengatakan, perang di Ukraina dimulai oleh Amerika untuk memperluas NATO ke timur, dan sekarang, sementara rakyat Ukraina terjebak dan menderita masalah, Amerika dan pabrik senjatanya paling diuntungkan dari perang tersebut. Oleh karena itu, karena mereka mencegah upaya yang diperlukan untuk mengakhiri perang.
Selain itu, dari sudut pandang Washington, kemenangan Rusia dalam perang Ukraina di sekitar NATO akan berarti mendiskreditkan organisasi militer ini dan perluasan pengaruh dan kekuatan regional dan internasional Rusia, dan akan mengubah konstelasi keamanan, militer dan politik di Eropa yang akan merugikan Barat. Oleh karena itu, mereka bertekad untuk mencegah kemenangan Rusia dengan cara apapun. Masalah penting adalah bahwa Amerika Serikat telah membebankan biaya politik, ekonomi, militer, dan senjata yang sangat besar kepada sekutu Eropanya dalam memberikan dukungan militer dan senjata ke Ukraina untuk menghadapi Rusia.
Sejatinya Washington dengan dalih memperbarui konvergensi trans-atlantik dan urgensi Eropa mengiringi Amerika, telah memanfaatkan negara-negara Eropa untuk mendukung Ukraina dari satu sisi, dan dari sisi lain, pemutusan seluruh hubungannya dengan Rusia, khususnya di sektor minyak dan gas serta hubungan perdagangan demi kepentingan Amerika.
Selain itu, Washington memanfaatkan perang Ukraina untuk memperkuat posisinya di Eropa, tapi kini kebijakan mengekor pemerintah Eropa terhadap Amerika telah memicu protes luas warga dan elit politik Eropa terhadap pendekatan negara-negara Eropa soal perang Ukraina. (MF)