Kanaani: Kepentingannya Dikorbankan untuk Israel, Rakyat AS Berhak Tahu
Apr 30, 2023 15:36 Asia/Jakarta
-
Jubir Kemlu Iran, Nasser Kanaani
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, publik dan elite Amerika Serikat berhak untuk mencari tahu mengapa rezim-rezim AS, mengorbankan kepentingan rakyatnya, dan puluhan sekutunya untuk Rezim Zionis perampok, Apartheid, non-demoktratis dan sedang runtuh.
Nasser Kanaani, Minggu (30/4/2023) merespon perubahan pandangan masyarakat AS, terhadap Rezim Zionis, berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan Universitas Maryland.
Berdasarkan hasil jajak pendapat Universitas Maryland, 44 persen responden yang mendukung Partai Demokrat, menyebut Israel sebagai Rezim Apartheid, dan 34 persen lainnya menilai Israel sebagai sebuah demokrasi cacat.
Sementara itu, 41 persen responden pendukung Partai Republik mengatakan Israel memiliki demokrasi yang dinamis, dan 20 persen lainnya menilai kondisi Israel mirip dengan Apartheid.
Merujuk pada hasil jajak pendapat ini, Kanaani menuturkan, "Dengan memperhatikan atmosfir umum di AS, sebagai 'Bapak Angkat' Rezim Zionis, dan pendapat serta jajak pendapat terbaru, menunjukkan perubahan nyata pada bentuk pandangan terhadap substansi Apartheid, Israel."
Ia menambahkan, "Jika ruang kebebasan dibuka, kemudian AS bebas dari dominasi lobi Zionis, dan jajak pendapat dilakukan lebih luas serta lebih independen, maka dapat dipastikan hasil-hasil mengejutkan terkait substansi dan eksistensi Rezim Zionis akan diperoleh."
Jubir Kemlu Iran menegaskan, "Publik dan elite AS berhak untuk mencari jawaban pertanyaan ini mengapa rezim-rezim AS, mengorbankan kepentingan rakyatnya, dan puluhan negara serta bangsa yang hanya disebut sebagai sekutu dalam kata-kata semata, demi Rezim Zionis perampok, Apartheid, non-demokratik, dan sedang runtuh." (HS)
Tags