Ini Reaksi Iran atas Pembukaan Kedubes Rezim Zionis di Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/iran-i152976-ini_reaksi_iran_atas_pembukaan_kedubes_rezim_zionis_di_bahrain
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, langkah normalisasi segelintir pemerintah Muslim, akibat tekanan tangan-tangan jahat para pemimpin Zionis, tidak akan menyelamatkan rezim ini dari bahaya pasti keruntuhan.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Sep 07, 2023 20:48 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemlu Iran Nasser Kanaani
    Jubir Kemlu Iran Nasser Kanaani

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, langkah normalisasi segelintir pemerintah Muslim, akibat tekanan tangan-tangan jahat para pemimpin Zionis, tidak akan menyelamatkan rezim ini dari bahaya pasti keruntuhan.

Nasser Kanaani, Selasa (5/9/2023) malam dalam jumpa persnya menanggapi pertanyaan wartawan seputar kunjungan Menlu Rezim Zionis ke Bahrain, dan pembukaan Kedubes rezim itu di Manama.


Ia menjelaskan, "Di saat Rezim Zionis dilanda krisis mendalam dan luas di dalam negeri, serta meluasnya penentangan dan protes organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional atas kejahatan Israel, terhadap rakyat Palestina, maka sebenarnya rezim ini berada dalam kondisi lemah, degenerasi, dan keruntuhan."


Kanaani menambahkan, "Langkah normalisasi segelintir pemerintahan Muslim dengan Rezim penjajah Al Quds, tidak sejalan dengan hikmah politik, dan bertentangan dengan tanggung jawab kemanusiaan, moral dan internasional negara-negara Muslim itu atas dukungan terhadap hak tak terbantahkan rakyat Palestina."


Kedubes Rezim Zionis di Bahrain, dibuka pada hari Senin lalu dengan dihadiri oleh Menlu Rezim Zionis Eli Cohen, dan Menlu Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani di Manama.


Jubir Kemlu Iran menegaskan, "Langkah normalisasi segelintir pemerintahan Muslim di bawah tekanan tangan-tangan jahat para pemimpin Zionis, tidak akan mengganggu sedikit pun tekad bangsa Palestina, untuk membebaskan tanah airnya dari cengkeraman penjajah Zionis."


Menurutnya, langkah normalisasi tidak mencerminkan keinginan rakyat negara-negara Muslim itu, dan sikap tegas rakyat Libya yang baru-baru ini ditunjukkan untuk menolak normalisasi dengan Israel, akibat pertemuan rahasia Menlu negara itu, adalah bukti dalamnya kebencian bangsa-bangsa kawasan atas Rezim Zionis. (HS)