Iran tidak Mengakui Snapback; Menghadapi Sanksi Memerlukan Realisme dan Penguatan Ekonomi Domestik
-
Hamid Ghanbari, deputi bidang diplomasi ekonomi kemenlu Iran
Pars Today – Deputi bidang diplomasi ekonomi menlu Iran seraya menekankan realisme dalam menangani sanksi, menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak mengakui klaim penerapan kembali sanksi secara otomatis (snapback).
Hamid Ghanbari, deputi bidang diplomasi ekonomi kemenlu Iran menambahkan bahwa kebijakan resmi Iran adalah alih-alih mengingkari sanksi, justru berfokus pada konfrontasi aktif dan negosiasi untuk mengurangi dampaknya. Menurut Pars Today mengutip Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA), Ghanbari mengatakan bahwa banyak upaya telah dilakukan untuk mengurangi dampak sanksi terhadap perdagangan dan kehidupan masyarakat, tetapi penting untuk melihat masalah ini secara realistis dan meredakan atmosfer ketakutan yang diciptakan oleh pihak lawan.
Terkait mekanisme hukum snapback, Wakil Menteri Luar Negeri juga menyatakan bahwa penerapan sanksi secara otomatis hanya dimungkinkan melalui keputusan Dewan Keamanan, dan Iran akan menindaklanjuti hal ini.
Ghanbari juga menyatakan bahwa struktur perdagangan dan hubungan internasional Iran saat ini berbeda, dan sanksi tidak akan seefektif sebelumnya. Ia juga memperingatkan bahwa intimidasi media merupakan salah satu alat sanksi psikologis yang berdampak pada perekonomian.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa kekuatan ekonomi domestik dan penguatan kapasitas produksi dan perdagangan merupakan kunci keberhasilan Iran dalam negosiasi, dan bahwa kehidupan rakyat tidak boleh terhambat oleh proses negosiasi jangka panjang. (MF)