Ghalibaf: Iran Senantiasa Mengutuk Terorisme
Pars Today – Ketua parlemen Republik Islam Iran menegaskan: Republik Islam senantiasa mengutuk terorisme dalam segala bentuknya.
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dalam percakapan telepon dengan Sardar Ayaz Sadiq, mitranya dari Pakistan, sambil mengutuk keras serangan teroris baru-baru ini di negara tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah, bangsa, serta keluarga para korban, mengatakan: Iran selalu mengutuk terorisme dalam bentuk dan dengan motif apa pun, dan menekankan perlunya kerja sama negara-negara kawasan untuk menghadapi ekstremisme.
Kehadiran AS di Asia Barat Merupakan Ancaman bagi Keamanan Kawasan
Selain itu, Mohammad Movahed, anggota Komisi Article 90 (Komisyon-e Asl-e Navad) parlemen Iran, dengan mengacu pada penekanan Pemimpin Revolusi Islam mengenai peran Amerika dalam penyulutan perang di kawasan, mengatakan: pengalaman menunjukkan bahwa di mana pun Amerika masuk, ketidakamanan dan terorisme meningkat; oleh karena itu keamanan Asia Barat hanya dapat dicapai dengan mengandalkan kapasitas negara-negara kawasan serta kerja sama timbal balik.
Mohammad Movahed menambahkan: Amerika, demi menjaga kepentingan ekonomi dan politiknya, telah membentuk tatanan kawasan berdasarkan kehadiran militernya dan tidak mengikuti kehendak bangsa-bangsa di kawasan; oleh sebab itu akar sebagian besar perang dan ketidakstabilan harus dicari pada kehadiran asing tersebut.
Tatanan Multikutub dan Berbasis Kawasan; Jalan menuju Keamanan
Anggota Parlemen Iran tersebut memandang bahwa solusi untuk menciptakan keamanan di kawasan adalah bergerak menuju sebuah tatanan multikutub dan kawasan-sentris. Ia menekankan bahwa negara-negara kawasan, dengan bertumpu pada kapasitas internal dan kerja sama timbal balik, dapat mencapai sebuah mekanisme untuk menyelesaikan perselisihan. Dalam tatanan semacam ini, dialog dan kerja sama menggantikan intervensi asing; oleh karena itu, keluarnya Amerika dari kawasan bukanlah ancaman, melainkan kesempatan bagi kemandirian sejati kawasan.
Kerja Sama dengan Negara Tetangga sebagai Syarat Pembangunan Ekonomi dan Keamanan
Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri Majelis Syura Islam (parlemen) Iran, dengan menekankan pentingnya kebijakan bertetangga yang baik, mengatakan: hubungan yang stabil dengan negara-negara tetangga — khususnya Afghanistan — serta pemanfaatan kapasitas perbatasan untuk pembangunan ekonomi dan menjamin keamanan merupakan salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri Iran.
Azizi juga menyinggung hubungan historis antara Iran dan Pakistan, seraya menyatakan bahwa Pakistan selama perang 12 hari rezim Zionis memberikan dukungan tegas kepada Iran, dan selama beberapa tahun terakhir hubungan yang sangat baik antara kedua negara telah terjalin. (MF)