9 Dey: Manifestasi Persatuan Nasional Iran Menghadapi Skenario Asing
Tanggal 9 Dey 1388 Hs menjadi simbol abadi dari kejernihan berpikir, persatuan, dan kehadiran sadar rakyat Iran yang dengan keteguhan sikap berhasil menggagalkan sebuah fitnah besar serta menegaskan kesetiaan mereka kepada Revolusi Islam.
Kehadiran rakyat yang sadar, cerdas, dan bertanggung jawab dalam momentum-momentum penentu selalu menjadi pilar utama penopang Revolusi Islam. Hal ini kembali terlihat jelas pada 9 Dey 1388 Hs, ketika bangsa Iran menorehkan lembaran emas dalam sejarah melalui penegasan kesetiaan terhadap cita-cita Revolusi Islam.
Menurut laporan Pars Today, hari besar ini merupakan simbol kejernihan publik, kehormatan religius, serta keterikatan mendalam rakyat dengan prinsip Wilayat al-Faqih. Peristiwa ini membuktikan bahwa bangsa Iran, pada saat-saat krusial, mampu membaca situasi dan waktu secara tepat serta berdiri teguh menghadapi konspirasi dan upaya adu domba musuh.
Tanggal 9 Dey menjadi panggung megah bagi kemuliaan, kemandirian, dan kehadiran sadar rakyat yang turun ke lapangan untuk kembali menegaskan komitmen mereka terhadap nilai-nilai Islam dan Revolusi. Kehadiran yang luas dan sarat makna ini merupakan manifestasi baiat ulang rakyat kepada kepemimpinan, sekaligus tanda nyata bahwa ruh Revolusi tetap hidup di tengah masyarakat. Berkat dukungan rakyat inilah Revolusi Islam mampu bertahan dan melanjutkan jalannya dengan kokoh di tengah berbagai tekanan, permusuhan, dan fitnah yang kompleks.
9 Dey bukan sekadar peristiwa kalender, melainkan sebuah realitas hidup, berkelanjutan, dan strategis dalam sejarah Revolusi Islam. Hari ini merupakan hasil perpaduan iman religius, kejernihan politik, dan tanggung jawab sosial rakyat Iran—sebuah ikatan yang mencegah distorsi sejarah, kelupaan, dan kelalaian kolektif. Pada hari tersebut, rakyat Iran menunjukkan bahwa mereka memahami dengan baik musuh dan metode-metodenya, serta tidak akan tersesat di tengah kabut fitnah.
Pada 9 Dey, bangsa Iran dengan kehadiran yang tepat waktu dan menyeluruh berhasil melewati sebuah ujian besar dan menentukan, sekaligus menggagalkan konspirasi yang dalam dan terstruktur. Gelombang kehadiran rakyat ini menjadi simbol kepekaan waktu, loyalitas kepada kepemimpinan, dan martabat nasional—menunjukkan bahwa tipu daya musuh tidak mampu memengaruhi hati yang dipenuhi kecintaan pada kepemimpinan dan Revolusi. Aksi jutaan orang pada hari itu bukan sekadar demonstrasi massa, melainkan ekspresi persatuan nasional dan ikatan tak terpisahkan antara rakyat dan nilai-nilai Revolusi Islam.
9 Dey merupakan pelajaran abadi bagi kawan maupun lawan Revolusi: setiap kali keamanan, persatuan, dan kedaulatan nasional terancam, rakyat Iran akan hadir dengan kesadaran dan kejernihan sikap. Hari ini menjadi simbol kedewasaan politik dan kejernihan sosial sebuah bangsa yang senantiasa menjadi penjaga Revolusi, Islam, dan tanah airnya.(PH)