Bikin Plaster Luka Pintar Nano, Iran Menghemat Devisa $1 Juta
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185702-bikin_plaster_luka_pintar_nano_iran_menghemat_devisa_1_juta
ParsToday – Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan Iran dengan memproduksi plaster luka super tipis pintar berbahan nanobioselulosa, tidak hanya membuat Iran lepas dari ketergantungan pada produk impor mahal, tetapi juga telah menghemat devisa negara hingga satu juta dolar AS.
(last modified 2026-02-19T04:43:33+00:00 )
Feb 19, 2026 11:33 Asia/Jakarta
  • Plaster luka pintar nano
    Plaster luka pintar nano

ParsToday – Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan Iran dengan memproduksi plaster luka super tipis pintar berbahan nanobioselulosa, tidak hanya membuat Iran lepas dari ketergantungan pada produk impor mahal, tetapi juga telah menghemat devisa negara hingga satu juta dolar AS.

Melaporkan dari Young Journalists Club, ParsToday pada Jumat, 20 Februari 2026, Mazaher Gholipour Malekabadi, anggota staf pengajar Universitas Ilmu Kedokteran Iran dan pendiri sebuah perusahaan berbasis pengetahuan di bidang kesehatan, mengumumkan produksi plaster luka pintar nano buatan Iran yang telah mampu menghemat devisa negara hingga satu juta dolar AS.

Produk bernama "Plaster Luka Super Tipis Pintar Nanobioselulosa Bakterial" ini berhasil memperoleh izin edar pada Maret 2025 dan kini tersedia bagi pasien dengan harga seperdelapan hingga sepersembilan dari produk impor sejenis.

Gholipour merujuk pada sejarah impor produk serupa pada tahun 2016 dan mengatakan, "Karena harganya yang sangat mahal, produk tersebut tidak dapat digunakan secara luas di rumah sakit. Meskipun kualitas produk impor baik, tetapi biayanya yang besar menghalangi pasien untuk mendapatkannya."

Ia menegaskan bahwa desain dan produksi versi lokal ini memakan waktu sekitar empat hingga lima tahun penelitian dan pengembangan.

Keunikan Plaster Luka Pintar Buatan Iran

Anggota staf pengajar Universitas Ilmu Kedokteran Iran, dengan menjelaskan karakteristik teknis plaster luka pintar nano ini, menyatakan bahwa produk ini memiliki sifat mekanik khusus. Setelah kontak dengan cairan luka, produk ini menjadi transparan dan ketahanan mekanisnya meningkat. Ia menyebut kemampuan produk untuk dijahit pada luka dan daya rekatnya ke permukaan luka sebagai keunggulan lain dari teknologi mutakhir ini.

Gholipour menyatakan salah satu manfaat terpenting plaster luka ini adalah mengurangi kebutuhan penggantian berulang, dan menambahkan bahwa produk ini dapat bertahan hingga penyembuhan kulit sempurna. Menurutnya, sifat breathable plaster luka ini memungkinkan oksigen melewatinya dan mencegah luka dari kekurangan oksigen, serta menyediakan kondisi yang tepat bagi aliran nutrisi untuk mempercepat penyembuhan.

Lompatan dalam Perawatan Luka dengan Teknologi Nano

Pendiri perusahaan berbasis pengetahuan ini merujuk pada harga produk impor ukuran 10x10 cm yang mencapai sekitar 8-9 juta toman (sekitar Rp 9-10 juta). Ia mencatat bahwa produk lokal dengan ukuran sama dijual dengan harga sekitar 1 juta toman. Perbedaan harga yang signifikan ini telah memudahkan akses pasien terhadap perawatan efektif.

Di akhir, Gholipour merujuk pada kondisi ekonomi negara dan menyatakan bahwa penggunaan plaster luka ini diperkirakan akan meningkat, karena banyak luka yang sebelumnya tidak dirawat akibat biaya tinggi kini dapat ditangani. Produksi dalam negeri plaster luka pintar nano ini telah menghemat devisa sekitar satu juta dolar AS. Dengan peningkatan kapasitas produksi, angka ini berpotensi bertambah.(sl)