Ayatullah Haidari: Musuh Rancang Kudeta ala 1953 untuk Gulingkan Republik Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185804-ayatullah_haidari_musuh_rancang_kudeta_ala_1953_untuk_gulingkan_republik_islam
ParsToday – Anggota Majelis Ahli Kepemimpinan (Majelis Pakar) dari Provinsi Khuzestan menyatakan bahwa pihak internal yang terlatih dan sejumlah elemen, dengan rancangan Amerika, bermaksud melancarkan kudeta mirip peristiwa 28 Mordad (1953) untuk menggulingkan Republik Islam Iran. Namun, rencana mereka gagal total.
(last modified 2026-02-21T03:47:25+00:00 )
Feb 21, 2026 10:44 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Mohsen Haidari, Anggota Majelis Pakar dari Provinsi Khuzestan
    Ayatullah Mohsen Haidari, Anggota Majelis Pakar dari Provinsi Khuzestan

ParsToday – Anggota Majelis Ahli Kepemimpinan (Majelis Pakar) dari Provinsi Khuzestan menyatakan bahwa pihak internal yang terlatih dan sejumlah elemen, dengan rancangan Amerika, bermaksud melancarkan kudeta mirip peristiwa 28 Mordad (1953) untuk menggulingkan Republik Islam Iran. Namun, rencana mereka gagal total.

Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Sabtu, 21 Februari 2026, Ayatullah Mohsen Haidari, Anggota Majelis Pakar dari Provinsi Khuzestan, Jumat lalu dalam upacara peringatan 40 hari wafatnya para syuhada kerusuhan bulan Dey (Desember/Januari) di Memorial Syahid Ali Hashemi, seraya menghormati kenangan para syuhada, menambahkan, "Mereka bermaksud mendirikan kembali rezim Pahlawi yang terkutuk di negara ini dan menyerahkan Teluk Persia kepada Amerika, tetapi usaha mereka kandas."

Ia menambahkan bahwa kerusuhan baru-baru ini adalah fitnah yang dirancang Amerika. Menurut Ayatullah Haidari, Presiden Amerika secara gamblang menyatakan akan campur tangan jika jumlah korban tewas meningkat. "Ini berarti perintah kepada antek-antek mereka untuk memaksa pasukan militer dan keamanan membunuh para pengunjuk rasa, dan jika mereka tidak mampu, mereka sendiri yang membunuh orang-orang di sekitar mereka. Bukti mengenai hal ini juga telah dipublikasikan."

Apresiasi untuk Para Syuhada dan Partisipasi Rakyat

Anggota Majelis Pakar merujuk pada gugurnya sejumlah personel militer, keamanan, dan warga sipil biasa. Ia menyatakan, "Pasukan militer yang teraniaya, yang bisa saja menembak tetapi tidak melakukannya, diserang oleh individu-individu ini. Sebagian dari mereka dimutilasi atau dibakar hidup-hidup. Para pejalan kaki dan pedagang yang gugur juga termasuk syuhada yang teraniaya dalam fitnah ini."

Ia menambahkan bahwa beberapa perusuh yang tertipu juga dibunuh oleh elemen-elemen terlatih. Yayasan Syahid memperlakukan individu-individu ini sebagai syuhada, yang disetujui oleh Pemimpin Agung.

Ayatullah Haidari dengan mengapresiasi para penyelenggara upacara peringatan 40 hari para syuhada kerusuhan, mengatakan, "Alhamdulillah, fitnah ini, seperti perang yang dipaksakan dan fitnah-fitnah sebelumnya, tidak membuahkan hasil berkat partisipasi meriah rakyat dalam pawai 22 Bahman."

Ia menegaskan bahwa tingkat partisipasi rata-rata rakyat dalam pawai tahun ini meningkat 53 persen dibandingkan tahun lalu, yang menunjukkan dukungan berkelanjutan rakyat terhadap sistem Republik Islam Iran.(sl)