Pameran Al-Qur'an; Jawaban Budaya Iran atas Penistaan
-
Hujjat al-Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, Imam Jumat Tehran
ParsToday – Pameran Al-Qur'an resmi dibuka sebagai langkah responsif terhadap penistaan Al-Qur'an dan simbol diplomasi Qur'ani Iran.
Melaporkan dari IRNA, ParsToday pada Senin, 23 Februari 2026, Hujjat al-Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, Kepala Dewan Kebijakan Imam Jumat Iran dan Imam Jumat Tehran, Minggu malam dalam upacara pembukaan Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33 di Tehran menyatakan bahwa pameran ini merupakan "langkah pelengkap dalam menghadapi penistaan terhadap Al-Qur'an". Dengan pendekatan aktif di kancah internasional, pameran ini memanfaatkan kapasitas diplomasi Qur'ani untuk melawan arus Islamofobia, Qur'anofobia, dan Iranofobia.
Haj Ali Akbari merujuk pada sejumlah penistaan terhadap tempat-tempat suci agama dan menambahkan, "Menjadikan isu masjid ideal dalam agenda pameran adalah langkah cerdas, karena masjid adalah rumah Al-Qur'an dan poros identitas keagamaan masyarakat kita."
Ia menggambarkan Pameran Al-Qur'an sebagai "pernyataan perlindungan kepada Al-Qur'an" dan mengatakan bahwa masyarakat Iran dalam berbagai krisis mampu mempertahankan ketahanan dan kohesinya dengan bersandar pada ajaran Al-Qur'an.
Kepala Dewan Kebijakan Imam Jumat Iran, seraya menghormati syuhada Perang Suci dan syuhada terkini, menekankan pentingnya memperkuat institusi keluarga. Ia menambahkan, "Musuh tahu bahwa menargetkan keluarga berarti merusak identitas dan masa depan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian terhadap keluarga dalam pameran periode ini adalah langkah strategis."
Pameran Digelar dengan Slogan "Iran di Bawah Lindungan Al-Qur'an"
Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33 dengan slogan "Iran di Bawah Lindungan Al-Qur'an" diselenggarakan di Mosala Imam Khomeini, Tehran. Pameran berlangsung hingga 6 Maret 2026, buka setiap hari pukul 16.00 hingga 23.00.
Pameran Al-Qur'an, sebagai salah satu acara budaya terbesar di Iran, menyediakan wadah untuk memperkenalkan kapasitas ilmiah, seni, dan internasional Al-Qur'an. Acara ini merupakan manifestasi pendekatan budaya Republik Islam Iran dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tingkat global.(sl)