Iran Respon Laporan Terbaru Sekjen PBB Mengenai HAM
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyebut laporan Sekretaris Jenderal PBB tentang situasi Hak Asasi Manusia di Iran sebagai tidak valid.
Bahram Qassemi mengungkapkan hal itu dalam pernyataan pada Rabu (5/10/2016) untuk merespon laporan Ban Ki-moon mengenai kondisi HAM di Iran.
Ia mengatakan, laporan-laporan seperti ini pada dasarnya secara esensinya memiliki keberatan-keberatan mendasar, oleh karena itu laporan ini tidak valid.
"Keberatan mendasar yang terpenting dan paling serius dalam laporan Sekjen PBB adalah teks yang telah tersusun ini didasarkan pada resolusi keji, tidak adil dan murni politik serta dibuat dengan tujuan-tujuan tertentu," ujarnya.
Qassemi lebih lanjut menekankan tekad Iran untuk meningkatkan hak-hak warga negara ini berdasarkan prinsip progresif Islam, konsitusi Iran dan kosong dari permainan dan keserakahan politik seperti yang terjadi di sejumlah negara.
Jubir Kemlu Iran menambahkan, laporan ini adalah penghakiman yang tidak adil dan laporan yang tidak benar tentang situasi HAM di Iran serta menghilangkan peluang untuk sebuah evaluasi dan analisa netral, adil dan berdasarkan fakta.
"Ketika di banyak wilayah dunia terutama di Timur Tengah sedang mengalami kondisi yang menyedihkan akibat perang keji yang dikobarkan sejumlah negara, maka kelanjutan politisasi dan penerapan kebijakan standar ganda dalam menangani HAM negara-negara serta menutup mata terhadap pembunuhan perempuan dan anak-anak tak berdosa di sebuah negara Arab seperti di Yaman akan menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat internasional kepada PBB," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen PBB dalam laporan terbaru ke Majelis Umum PBB memperingatkan kondisi HAM di Iran. (RA)