Presiden Iran Gelar Diskusi dengan Intelektual Muslim Malaysia
Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan Dunia Islam adalah moderasi dan memerangi kekerasan.
Ia mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan para cendekiawan Muslim, budayawan dan kalangan jurnalis Malaysia di Kuala Lumpur, Sabtu (8/10/2016) pagi.
Rouhani menyeru semua orang Muslim untuk bersatu serta berjuang untuk meningkatkan kedudukan dan kekuatan Dunia Islam. "Dunia Islam membutuhkan persatuan, keamanan dan pembangunan. Sementara kekerasan, ekstremisme, pesimisme dan rasa minder akan mengancam masa depan Dunia Islam," tambahnya.
Ia kemudian menjelaskan tentang prinsip-prinsip regional Republik Islam Iran yaitu; memerangi terorisme Takfiri, berkontribusi efektif untuk perdamaian, memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, mendukung keutuhan negara-negara dan bersandar pada suara rakyat dalam mengatur urusan negara mereka.
Dunia Islam dan negara-negara berkembang, lanjut Rouhani, menghadapi banyak masalah dari segi politik, keamanan dan budaya selama beberapa dekade terakhir.
"Mungkin semua berharap bahwa setelah berakhirnya era imperialisme dan kemerdekaan negara-negara Islam dan negara berkembang, dunia tidak lagi menyaksikan masalah yang besar dan negara-negara merdeka dapat melanjutkan jalur kemajuan untuk mencapai posisi yang baik dan dalam konteks kepentingan nasionalnya, namun sayangnya yang terjadi tidak demikian," ujarnya.
Menurut Presiden Iran, Barat sejauh ini tidak ingin meninggalkan hegemoninya atas dunia dan keputusan ini tidak akan berubah kecuali dunia Barat mulai merasakan bahwa negara-negara berkembang sudah mencapai sebuah persatuan dan gerakan dinamis.
Dia menilai dunia Barat berupaya mempertahankan hegemoninya terhadap dunia, dan mengatakan Barat tidak hanya ingin memonopoli sains dan teknologi, tetapi juga tetap ingin dari segi budaya untuk menjadi budaya pertama dan merajai dunia, dari segi militer, ingin menjadi kekuatan superior dan dari segi ekonomi, ingin menjadi yang dominan.
"Selama kekuatan-kekuatan global mengejar tujuan tersebut, maka negara-negara berkembang akan menghadapi banyak masalah jika ingin selevel dengan Barat dari sektor ekonomi, budaya, militer dan ilmiah," tegasnya.
Rouhani menilai tugas para cendekiawan, pemikir dan tokoh Dunia Islam pada situasi sekarang adalah penting.
Sayangnya, tegas Presiden Iran, para pemuda di Dunia Islam secara perlahan terbawa ke dua arah yang berbahaya yaitu kekerasan dan ekstremisme atau pesimisme dan tidak percaya diri.
"Kedua-duanya bisa berbahaya bagi generasi sekarang dan mendatang," pungkasnya. (RM)