Rafsanjani: Pemberantasan Terorisme harus dengan Langkah Serius
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran mengatakan, jika tidak ada agenda yang logis untuk mencerabut akar terorisme, maka hal ini seperti virus yang akan menginfeksi semua tempat di dunia dan menimbulkan ketidakamanan.
Ayatullah Akbar Hashemi Rafsanjani mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Johann Schneider-Ammann, Presiden Swiss di Tehran, ibukota Iran, Sabtu (27/2/2016).
Ayatullah Rafsanjani menyebut kolonialisme, tirani dan terorisme sebagai tiga sisi segitiga keburukan.
"Para teroris telah menciptakan instabilitas di sebagian Asia dan Afrika dan melakukan pembunuhan luas," ujarnya.
Ia menambahkan, karena ketidakpuasan rakyat di kawasan terhadap tirani dan kolonialisme, kelompok-kelompok teroris menarik para pemuda untuk bergabung dengan mereka.
Kelompok-kelompok teroris itu, lanjut Ayatullah Rafsanjani, bisa mengakses berbagai senjata dengan cara menjual minyak dari daerah-daerah yang mereka duduki di Irak, Suriah dan bahkan Libya, di mana untuk memberantas kelompok-kelompok teroris itu bukan pekerjaan yang mudah.
Ayatullah Rafsanjani juga menyingung kesiapan Iran untuk memperluas interaksi dan kerjasama dengan negara-negara maju.
"Swiss selalu menjadi contoh negara yang tenang dan netral. Republik Islam Iran tertarik untuk memperluas kerjasama dengan Swiss," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Swiss menyinggung sejarah budaya dan peradaban Iran di masa lalu dan sekarang, dan perundingan nuklir negara ini.
"Swiss menyerukan perluasan hubungan bilateral dengan Republik Islam Iran di semua sektor," kata Schneider-Ammann. (RA)