Daras Akhlak Ayatullah Sayid Ali Khamenei: Jangan Menunda Pekerjaan Baik!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i27034-daras_akhlak_ayatullah_sayid_ali_khamenei_jangan_menunda_pekerjaan_baik!
Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang Jangan Menunda Pekerjaan Baik!
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 30, 2016 10:33 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang Jangan Menunda Pekerjaan Baik!

Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Ketika niat untuk melakukan pekerjaan telah berada di dalam hati kalian, jangan ditunda! Karena dalam menunda pekerjaan ada penyakit. Manusia terkadang menyesal dan boleh jadi ada penghalang untuk melakukannya.

Oleh karenanya, jangan sampai keragu-raguan menyebabkan pekerjaan baik tidak terlaksana. Beliau menyebutkan dua kasus terkait masalah ini, dimana penyakit menunda pekerjaan sangat jelas. Sebagai contoh, puasa sunnah di hari yang panas di musim panas. Misalnya kalian berniat untuk berpuasa di hari yang panas di musim panas, dimana pahalanya membuat manusia dibebaskan dari neraka. Tapi dalam melaksanakan perbuatan ini kalian masih ragu.

Contoh lain terkait pemberian sedekah sunnah. Misalnya kalian berniat untuk melaksanakan sedekah sunnah dan memberikan uang di jalan Allah. Perbuatan ini juga menyebabkan kalian dibebaskan dari api neraka. Tapi pekerjaan baik ini berada dalam bahaya dan penyakit. Ketika manusia mulai ragu. Karena uang yang ingin disedekahkan didapat dari usaha keras, atau ia ragu dan ingin menggunakan uang itu untuk jalan yang lain atau untuk membeli barang yang akan digunakan di rumah.

Dengan demikian, jalan untuk mencapai kebaikan pada kondisi, dimana ketika seseorang berniat untuk melakukan perbaikan, maka segera melaksanakannya.