Rahbar: Palestina akan Terbebas Melalui Perjuangan Rakyat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i28270-rahbar_palestina_akan_terbebas_melalui_perjuangan_rakyat
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, meskipun krisis buatan terus menerus diciptakan oleh para pendukung rezim Zionis Israel agar isu Palestina terlupakan, namun bumi mulia ini akan terbebas oleh perlawanan dan perjuangan rakyat dan kelompok-kelompok Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 15, 2016 02:36 Asia/Jakarta
  • Rahbar: Palestina akan Terbebas Melalui Perjuangan Rakyat

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, meskipun krisis buatan terus menerus diciptakan oleh para pendukung rezim Zionis Israel agar isu Palestina terlupakan, namun bumi mulia ini akan terbebas oleh perlawanan dan perjuangan rakyat dan kelompok-kelompok Palestina.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menegaskan hal itu dalam pertemuan dengan Ramadhan Abdullah Shallah, Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam Palestina dan delegasi yang menyertainya di Tehran, ibukota Iran, Rabu (14/12/2016).

 

"Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan al-Quds al-Sharif adalah perjuangan dan perlawanan, dan jalan lainnya adalah sia-sia dan tidak produktif," tegas Rahbar seperti dilansir situs informasi kantor Pemimpin Besar Revolusi Islam. 

 

Ayatullah Khamenei menegaskan, rezim Zionis –seperti halnya yang telah kami katakan– tidak akan ada lagi dalam 25 tahun ke depan jika ada perjuangan kolektif dan persatuan rakyat Palestina dan umat Islam untuk melawan rezim ini.

 

Rahbar menegaskan kembali dukungan Iran kepada bangsa Palestina dan mengatakan, "Meskipun menghadapi sejumlah isu tertentu regional, namun Republik Islam Iran selalu mengumumkan dengan tegas bahwa Palestina adalah masalah nomor satu di dunia Muslim dan Republik Islam Iran harus memenuhi kewajibannya dalam hal ini."

 

Ayatullah Khamenei menyebut "kekuatan arogan dan Setan Besar " yaitu Amerika Serikat sebagai faktor utama berbagai persoalan regional. Beliau juga menyinggung setan-setan kecil di kawasan yang menciptakan krisis.

 

"Tujuan mereka semua adalah supaya isu Palestina dalam opini publik di kawasan menjadi pudar dan terlupakan oleh bangsa-bangsa," jelasnya.

 

Rahbar mengungkapkan kepuasan atas  perencanaan 10 poin Gerakan Jihad Islam Palestina untuk persatuan dan perlawanan terhadap Zionis, di mana di antara isinya adalah menghapus  sepenuhnya perjanjian kompromi, mendorong kelompok-kelompok Palestina untuk bersatu dan mengecam upaya sejumlah negara reaksioner untuk berkompromi dengan musuh.

 

Ayatulah Khamenei menegaskan, perencanaan tersebut harus dilaksanakan.

 

"Tak diragukan lagi, terdapat orang-orang yang memiliki misi untuk mencegah realisasi isi skema 10 poin Gerakan Jihad Islam. Oleh karena itu, skema ini harus dijaga dan tidak dibiarkan hanya di atas kertas, dan setelah pengakuan awal dan taktis,  secara bertahap jangan terlupakan," imbuhnya.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam menolak klaim bahwa konflik di kawasan terkait dengan isu-isu agama.

 

"AS adalah faktor utama di balik krisis di kawasan saat ini. AS dan sekutu regionalnya yang menciptakan krisis tersebut dan melibatkan agama di dalamnya," jelasnya.

 

 

Menurut Ayatullah Khamenei, salah satu hal terpenting regional adalah perlawanan kolektif terhadap kelompok-kelompok Takfiri seperti Daesh (ISIS), Front al-Nusra dan kelompok-kelompok serupa lainnya. Sebab, masalah Palestina akan terpinggirkan disebabkan krisis terus menerus yang diciptakan Takfiri.

 

"Penduduk Sunni Aleppo, Mosul dan kota-kota lainnya sedang dibantai oleh penjahat Takfiri; oleh karena itu, krisis ini tidak ada hubungannya dengan Sunni atau Syiah," tegasnya.

 

Sementara itu, Sekjen Jihad Islam Palestina mengucapkan terimakasih atas posisi berani dan bijak Pemimpin Besar Revolusi Islam terkait cita-cita rakyat Palestina.

 

Ramadhan Adullah menyinggung peningkatan kekuatan berkali-kali lipat dari kemampuan tempur kelompok-kelompok Palestina dibandingkan dengan di masa agresi militer Israel ke Gaza selama 50 hari pada tahun 2014.

 

"Palestina adalah tanah yang menentukan dan selama hak para pemiliknya tidak dikembalikan, maka kawasan tidak akan tenang," pungkasnya. (RA)