Boroujerdi: Kekalahan Teroris di Aleppo, Kekalahan AS di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i28453-boroujerdi_kekalahan_teroris_di_aleppo_kekalahan_as_di_kawasan
Ketua Komisi Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran menilai kekalahan kelompok-kelompok teroris di Aleppo Suriah sebagai kekalahan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 17, 2016 14:13 Asia/Jakarta
  • Boroujerdi: Kekalahan Teroris di Aleppo, Kekalahan AS di Kawasan

Ketua Komisi Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Republik Islam Iran menilai kekalahan kelompok-kelompok teroris di Aleppo Suriah sebagai kekalahan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.

Alaeddin Boroujerdi mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan IRNA, Sabtu (17/12/2016) ketika menyinggung kemenangan militer Suriah dalam membebaskan kota Aleppo dari pendudukan kelompok-kelompok teroris Takfiri dukungan asing.

 

"AS dan sekutunya di Eropa dan kawasan telah memahami bahwa dengan kekuatan, senjata dan uang, mereka tidak akan mampu membendung keinginan dan perlawanan rakyat Suriah," kata Boroujerdi.

 

Ia menambahkan, kelompok-kelompok teroris Takfiri dibentuk AS dan kekuatan-kekuatan besar serta sekutu regionalnya untuk melaksanakan kebijakan dan rencana mereka di kawasan.

 

Di bagian lain pernyataannya, Boroujerdi menyinggung penyusunan sebuah rencana oleh anggota parlemen Iran untuk mengurangi hubungan dengan Inggris.

 

"Sebelumnya, Republik Islam Iran telah memberikan peringatan yang diperlukan kepada para pejabat Inggris untuk berperilaku yang tepat dengan Tehran," ujarnya.

 

Menyusul pernyataan interventif Theresa May, Perdana Menteri Inggris dalam KTT Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) di Bahrain, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil Nicholas Hopton, Dubes Inggris untuk Tehran pada Sabtu (10/12/2016) dan menyampaikan protesnya terhadap statemen PM Inggris kepada Dubes negara ini melalui Wakil Direktur Jenderal Kemlu untuk Eropa Barat.   

 

Wakil Dirjen Kemlu Iran untuk  Eropa Barat memberikan catatan kepada Dubes Inggris untuk Tehran bahwa "pernyataan tidak bertanggung jawab, provokatif dan memecah belah" Theresa May di Manama tidak dapat diterima dan diharapkan pernyataan seperti itu tidak akan diulang kembali. (RA)