Daras Akhlak Ayatullah Sayid Ali Khamenei: Tujuh Pelajaran Bagi Kehidupan Manusia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i28501-daras_akhlak_ayatullah_sayid_ali_khamenei_tujuh_pelajaran_bagi_kehidupan_manusia
Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang Tujuh Pelajaran Bagi Kehidupan Manusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 18, 2016 09:18 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang Tujuh Pelajaran Bagi Kehidupan Manusia.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Dinukil dari Imam Shadiq as bahwa suatu hari seorang bijak mencari orang bijak lain untuk memahami tujuh poin penting kehidupan. Ia telah melewati jalan yang jauh untuk mencari orang bijak itu demi menyampaikan pertanyaannya. Ketika tiba kepada sang guru, ia menyampaikan pertanyannya. Ia bertanya, "Wahai guru bijak! Apakah itu yang lebih tinggi dari langit, lebih besar dan luas dari bumi?" Setelah itu bertanya lagi, "Apakah itu yang lebih kaya dari lautan dan lebih keras dari batu? Begitu juga apa yang lebih panas dari api dan yang lebih dingin dari Zamharir (rasa dingin luar biasa di Hari Kiamat)? Apa yang lebih kokoh dan berat dari gunung?"

Sang guru bijak menjawab tujuh pertanyaan itu. Ia mengatakan, "Hak dan hakikat lebih tinggi dari langit. Keadilan lebih besar dan luas dari bumi." Ia kemudian melanjutkan, "Jiwa manusia yang tidak butuh dan qanaah lebih kaya dari lautan yang kaya. Karena bila jiwa manusia tidak rakus, maka waktu itulah manusia kaya. Sementara yang lebih keras dari batu keras adalah hati orang kafir. Karena cahaya makrifat ilahi tidak mendapat jalan ke sana."

Rakus dan ketamakan yang muncul dalam diri manusia lebih panas dari api, sedangkan rasa putus asa dari rahmat ilahi lebih dingin dari Zamharir. Karena putus asa menghancurkan keberadaaan manusia dan termasuk dosa besar. Dan pada akhirnya tuduhan kepada orang yang tidak bersalah lebih kokoh dan berat dari gunung apapun."